Monday, November 19, 2007

Market Review

Hasil G-20 Berindikasi Dapat Pengaruhi Sentimen Pasar Uang

Pembelian high-yielders yang menyebabkan dollar melemah terhadap euro, poundsterling dan dollar Australi berlangsung sepanjang sesi Tokyo. Reversal kemudian terjadi dengan pelemahan high-yielders pada sesi pagi Eropa berlangsung jauh lebih cepat dan tajam. Unwinding EUR/JPY dan AUD/JPY mempengaruhi euro dan dollar Australi untuk melemah tajam. Tekanan jual euro dipengaruhi loreksi bursa saham Eropa sehubungan dengan turunnya harga minyak dan write-downs para perusahaan perbankan. Berbarengan dengan minyak, harga emas melemah karena dinilai terlalu overbought sehingga dalam perdagangan sehari turun $30, dan ini mempengaruhi melemahnya dollar Australi terhadap mata uang major. Poundsterling langsung turun lebih dari 100 pip setelah data menkonfirmasi pertumbuhan ekonomi Inggris sudah melemah. Pergerakan forex pada sesi Amerika bervariasi, dollar Australia terus melemah dipengaruhi harga emas yang terus turun kebawah $800 per ons, poundsterling berusaha stabil setelah turun tajam, usaha rally bull euro terbatasi oleh berkurangnya kemungkinan penurunan suku bunga the Fed dan pergerakan USD/JPY seiring dengan performa bursa saham Amerika. Hasil CPI sesuai dengan perkiraan memperkuat kemungkinan pertahanan suku bunga oleh the Fed bulan depan dan hal ini turut mempengaruhi koreksi bursa saham Amerika, walau fed funds futures masih memperkirakan kemungkinan sekitar 90% ada penurunan suku bunga bulan Desember.

Pembelian yen terhadap mata uang major kembali mempengaruhi pergerakan pada sesi Asia, sepertinya dipengaruhi oleh pernyataan mantan mentri keuangan Jepang yang lebih dikenal sebagai ‘Mr.Yen’ bahwa USD/JPY saat ini sedang menuju 100,00 yang akan dicapai dalam bulan-bulan mendatang. Sentimen sepertinya masih akan mempengaruhi pasar forex, dengan tren major masih pelemahan dollar. Pernyataan gubernur bank sentral the United Arab Emirates kemarin mengenai rencana penghentian peg mata uangnya dengan dollar tidak menggerakan pasar, tetapi akan mempengaruhi sentimen karena secara simbolis mengindikasi negara-negara di teluk Gulf lainnya bisa mengikuti langkah UAE, yang berarti berkurangnya daya tarik dollar AS dalam masa mendatang.
Tetapi dalam kondisi yang sudah amat overbought saat ini, sepertinya diperlukan hasil data Eropa yang jauh lebih bagus atau data Amerika yang amat buruk untuk menjadi katalis bull euro membawa EUR/USD ke level tertinggi barunya. Kalau kondisi kurangnya katalis ini berlanjut malah bisa ada tekanan jual euro lebih lanjut yang merupakan profit taking. Setelah turun sekitar 1% kemarin, kemungkinan rebound bursa saham Eropa dan Inggris akan menentukan seberapa cepat laju pembelian euro dan poundsterling. Sebaliknya, kondisi risk averse yang berlanjut bisa menyebabkan dollar menguat lebih lanjut terhadap euro dan poundsterling, sementara USD/JPY akan mencoba mencapai level terendah baru dalam 2 tahun. Bursa saham Eropa diperkirakan dibuka minus kecil. Untuk pergerakan pada sesi Amerika, ada kemungkinan hasil data TICS akan lebih diperhatikan dari biasanya. Bulan Agustus lalu untuk pertama kalinya sejak 1998 terjadi penjualan obligasi pemerintah AS dalam jumlah besar oleh Jepang, China dan Taiwan sehingga hasil indeks ini minus $69,3 milyar. Gelombang penjualan US Treasuries saat itu dipicu oleh krisis kredit dan risk aversion global.

Analis memperkirakan membaiknya sentimen dan konfiden pada bulan September akan mempengaruhi adanya pembelian kembali US Treasuries sehingga indeks Net Long Term TICS Flows diperkirakan kembali positif $80 milyar. Kalau indeks ini kembali minus, ada kemungkinan akan negatif bagi bursa saham dan dollar Amerika; apalagi kalau fed funds futures masih bertahan memperhitungkan penurunan suku bunga oleh the Fed bulan depan. Akhir pekan lalu berlangsung pertemuan G20 di Afrika Selatan, yang dihadiri oleh negara-negara industri dan ‘emerging markets’ seperti China dan India. Menteri keuangan AS Henry Paulson menyatakan harapannya pertukaran mata uang akan dibicarakan pada pertemuan tersebut. Hasil G20 dan komentar pejabat tinggi keuangan yang menghadiri pertemuan tersebut mungkin akan mempengaruhi sentimen pasar minggu ini. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis