Inflasi CPI AS Stabil dan Jobless Claim Meningkat, Dolar Mixed-Stabil
Semalam (15/11) AS umumkan beberapa data fundamental ekonominya, yaitu tingkat inflasi konsumen (CPI Inflation) dan jumlah angkatan kerja yang laporkan jobless claim untuk pertama kalinya . Cenderung stabilnya angka seperti yang telah diprediksi ekonom, membuat belum terlihat adanya pergerakan signifikan pada dolar pasca pengumuman tersebut. Adapun pada sepanjang hari ini, dolar memang terpantau bergerak dalam tren yang menguat terhadap sterling dan euro, sementara terhadap yen dolar masih melemah.
Dilaporkan juga semalam bahwa secara bulanan (m-m) tingkat inflasi konsumen AS adalah sebesar 03%, sama dengan level September dan sejalan dengan prediksi ekonom; adapun turut dikabarkan bahwa kenaikan harga minyak merupakan faktor pendorong utama dari inflasi tersebut. Sementara secara inti, di mana bahan bakar minyak dan bahan makanan sebagai pengecualian dari perhitungan indeks, inflasi yang terjadi adalah sebesar 0.2%, terus stabil masuki bulan kelimanya.
Namun secara tahunan, tingkat inflasi AS naik menjadi 3.5% pada Oktober lalu, naik tajam dari 2.8% pada September; adapun level inflasi tahunan Oktober tersebut merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2006 lalu. Sementara inflasi harga konsumen inti tergolong stabil dengan naik tipis menjadi 2.2% dari 2.1% pada September, namun kenaikan tersebut yang pertama kali terjadi sejak Januari lalu.
Turut diumumkan juga semalam bahwa jumlah jobless claim AS meningkat tajam sebesar 20,000 menjadi 339,000 pada minggu lalu, melebihi prediksi ekonom yang memperkirakan jumlah klaim hanya akan sebanyak 320,000. Laporan ketenagakerjaan tersebut kemudian memperkuat ekspektasi bahwa perekonomian AS memang tengah melambat di mana banyak perusahaan banyak melakukan pemotongan jumlah tenaga kerja guna mengurangi biaya operasional.
Data yang cenderung sejalan dengan prediksi ekonom namun bersifat mixed, membuat pergerakan dolar pasca pengumuman tersebut. Tingkat inflasi tahunan yang tinggi membuat pasar berspekulasi bahwa The Fed tidak akan lanjutkan penurunan suku bunganya pada Desember nanti, cukup positif untuk dolar; sementara data ketenagakerjaan yang negatif menambah informasi yang mengkonfirmasi bahwa perekonomian AS akan melambat tahun ini, negatif untuk dolar. Namun secara umum, tetap saja data-data malam ini belum cukup untuk membuat kesimpulan apapun mengenai kondisi perekonomian AS, sehingga pasar pun menanggapinya dengan sejuk.
Terpantau pasca pengumuman tersebut dolar bergerak stabil dengan kecenderungan menguat di sekitar level 1.4625, setelah sebelumnya sempat menguat hingga ke level 1.4605; hal yang sama terjadi terhadap sterling di mana dolar stabil cenderung menguat di sekitar level 2.0465. Sementara terhadap yen dolar juga terpantau tengah bergerak stabil di sekitar level Y110.65. (REUTERS/RISET-iwan)
Friday, November 16, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



