Thursday, November 15, 2007

Market Review

The Cable Koreksi, Sentimen akan Penurunan Bunga BOE

Pada sesi perdagangan pasar London dan awal Amerika semalam (14/11), mata uang pound terpantau melemah oleh aksi jual setelah laporan Inflasi Kuartalan dari Bank of England yang tersamar, sehingga membangkitkan sentiment pasar akan kemungkinan pemangkasan bunga di Inggris. Dilaporkan malam ini bahwa BOE sedang memperhatikan perkembangan inflasi yang mengindikasikan bahwa suku bunga di Inggris perlu diturunkan agar tingkat inflasi kerajaan tersebut dapat dipertahankan pada level target 2.0 persen.

Perkiraan BOE terakhir menunjukkan bahwa tingkat inflasi tahunan Inggris akan bertahan sebesar 2.00 persen selama periode dua tahun. Sementara laju inflasi diproyeksikan bakal merendah, sehingga bila suku bunga bertahan di level sekarang 5.75 persen, tingkat inflasi dari sisi indeks harga konsumen (IHK) akan turun ke 1.75 persen, demikian disebutkan dalam laporan tersebut.

Analis perkirakan bahwa BOE mungkin memangkas suku bunganya pada bulan Februari 2008 nanti.
Bush Pede Dolar Menguat Lagi

Dolar AS terus tertekan hingga ke posisi terendahnya, dipicu oleh krisis kredit perumahan berisiko tinggi atau subprime mortgage yang dikhawatirkan akan melemahkan perekonomian AS. Namun Presiden AS George Walker Bush tetap percaya diri bahwa dolar AS akan tetap menguat. Alasannya, dolar didukung oleh perekonomian AS yang masih kuat.

"Jika orang melihat kekuatan perekonomian kita, mereka akan menyadari kenapa, Anda tahu, saya percaya bahwa dolar akan lebih kuat lagi," ujar Bush dalam wawancara dengan Fox Business Network dan dikutip oleh AFP, Rabu (14/11/2007).

AS kini menghadapi tudingan sengaja membuat mata uangnya lemah. Pengusaha Eropa kini sedang ketar-ketir karena penguatan euro justru bisa menggerus labanya, dan membuat produk mereka kurang kompetitif. Namun Presiden Bush menegaskan, pemerintahnya tetap berkomitmen membuat dolar menguat.
"Kami memiliki kebijakan dolar yang kuat, dan ini penting untuk diketahui seluruh dunia. Kami juga percaya bahwa penting bagi pasar untuk mengatur nilai dolar relatif terhadap mata uang lainnya," imbuhnya.

Saat ditanya apakah dia merasa nyaman dengan posisi dolar AS saat ini, Bush menjawab: "Saya merasa nyaman dengan fakta bahwa kami memiliki kebijakan dolar yang kuat dan tahu bahwa pasar akan mengatur sendiri posisi mata uang itu." (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis