Harga Minyak Tinggi Mendorong Inflasi Tinggi di U.K
Selasa (13/11), Tingginya harga minyak telah meningkatkan level inflasi tahunan yang melampui target dari bank sentral Inggris yaitu 2% untuk bulan Oktober lalu, setelah bertahan lebih rendah dari level tersebut selama 3 bulan berturut. Dengan tingkat inflasi yang bergerak mengikuti gelombang harga minyak maka bank sentral seharusnya mempunyai pertimbangan yang kuat dalam kebijakan suku bunga.
Data hasil laporan Statistik Nasional atau ONS selasa ini menunjukkan inflasi CPI, indeks harga konsumen secara tidak diduga meningkat 2.1% di bulan Oktober dari 1.8% di bulan September. Sementara besaran yang di perkirakan para ekonom 1.9%. Dan besaran Oktober tertinggi sejak bulan Juni yaitu 2.4%.
Dan pada laporan statisitk tersebut terdapat catatan bahwa penyebab utama meningkatnya inflasi berasal dari harga bahan bakar. Pada bulan oktober harga minyak bensin meningkat 2.7 pence per liter dikarenakan pajak minyak yang dimulai pada awal bulan. Sementara pada bulan yang sama tahun lalu harga minyak turun 5.2% per liter. Sebagai tambahan harga tiket penerbangan ke Eropa meningkat bulan Oktober dan harga makanan terutama daging juga mendorong inflasi.
Dan kontribusi terbesar yang menurunkan inflasi tahuan CPI adalah gabungan dari gas dan tagihan listrik dimana kedua-duanya berkurang tahun ini dikarenakan adanya pengurangan bea masuk secara bertahap.
Secara bulanan CPI meningkat 0.5% pada bulan Oktober lebih baik melihat kenaikan 0.1% dari bulan September. Dimana para ekonom memperkirakan kenaikan sebesar 0.4%.
Diluar dari harga energi ,makanan dan minuman alkohol dan tembakau tingkat inflasi tahunannya bertahan pada 1.5% pada bulan Oktober lebih rendah 1.7% dari perkiraan.
US Dollar Diperkirakan Rebound Minggu Ini
Walaupun data ekonomi Amerika yang dirilis pada hari ini (13/11) akan minim, tetapi US dollar diperkirakan akan mengalami penguatan pada minggu ini. Harga minyak terpantau turun dan emas merosot sampai sebesar $30 per ons. Agenda utama minggu ini adalah indeks harga produsen (Produces Prices), penjualan retail dan indeks harga konsumen (Consumer Prices).
Tanggal 14 November 2007 nanti direncanakan Bernanke akan membawakan satu sesi yang khusus mengenai perubahan dalam format komunikasi FOMC. Hal ini seharusnya tidaklah menggerakkan pasar semenjak Bernanke hanya diharapkan untuk mengumumkan peningkatkan penjelasan keterangan tentang keputusan tingkat suku bunga agar lebih memberi wawasan dan perkiraan.
Analis pasar sebagian menilai bahwa pada minggu ini dollar memiliki peluang lebih besar untuk menguat. Perkiraan Retail Sales bulan Oktober mungkin masih rendah, sebesar 0.2%, yang diakibatkan oleh banyaknya retailer besar lokal yang mengalami salah prediksi penjualan mereka. Namun, dengan Non Farm Payrolls dalam beberapa bulan terakhir mulai terlihat menguat dan harga gasoline pada bulan Oktober lalu masih dalam batas wajar, masih terdapat kemungkinan bahwa retail sales akan melebihi dari yang diharapkan. (RISET-iwan)
Wednesday, November 14, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



