Dolar Berbalik Menguat Dari Rekor Terendahnya Terhadap Euro dan Sterling
Perdagangan pasar AS Jumat, 09 Nopember dollar bergerak menjauh dari rekor terendahnya terhadap mata uang euro pada pembukaan pasar Amerika pagi hari jam 07. Green Buck ini melorot pada level terendah sepanjang zaman yaitu pada level 1.4751 pada aksi-aksi awal namun berbalik dari level tsb dimana dollar menguat menjadi 1.4668 pada pagi hari AS.
Pada hari Jumat, Universitas Michigan merilis suatu laporan bulan November tentang besarnya sentimen konsumen eropa pada sore tadi. Analis sedang mencari indikator apa yang bila terjadi pada pasar pinjaman yang dapat mengurangi kredit masyarakat.
Sterling Retreat Setelah Capai Level Tertinggi dalam 26 Tahun
Pergerakan nilai tukar sterling terhadap dolar yang pada perdagangan Jum'at lalu sempat membukukan peningkatan tajam, pagi ini kembali terpantau melemah tajam (12/11). Sterling sempat menguat ke titik tertinggi dalam empat minggu terhadap dolar AS dengan spekulasi bahwa BOE akan mempertahankan tingkat bunga sampai akhir tahun ini, sementara kemungkinan besar Fed akan kembali memotong bunga di AS.
Sterling yang sempat menguat ke titik 2.1161 terhadap dolar, saat ini terpantau kembali turun pada level 2.0900 dolar. Level 2.1161 tersebut merupakan tingkat tertinggi sterling sejak 26 tahun. Pada akhir perdagangan di bursa Eropa malam tadi, sterling terpantau berada pada level 2.1075 dolar
Melemahnya kembali mata uang Inggris ini didorong oleh penutupan bursa Eropa yang terpantau bearish tajam. Bursa Eropa membukukan penurunan terbesar dalam jangka waktu dua minggu akibat kekahawatiran terus berkembangnya krisis sub prime di AS. Barclays mengalami suspensi perdagangan di bursa Inggris untuk menahan volatilitas yang terlalu besar. Barclays diprediksi akan melakukan writedowns sebesar 10 miliar dolar akibat sub prime. (RISET-iwan)
Monday, November 12, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



