Bank Of England (BoE) Pertahankan Suku Bunga di 5.75%
Semalam 08/11) Bank of England umumkan keputusan suku bunganya tetap di level 5.75%, sesuai dengan prediksi pasar dan ekonom. Adapun keputusan tersebut mengindikasikan bahwa walaupun angka inflasi Inggris belakangan sudah tunjukkan angka yang mulai menjinak, BOE masih menganggap tekanan inflasi masih sebagai potensi masalah yang mungkin muncul jika suku bunga segera diturunkan.
Pasar pun kini tampak memulai sebuah ekspektasi baru, yaitu bahwa BOE mungkin masih akan menaikkan suku bunganya, setidaknya pada kuartal pertama tahun depan. Oleh ekspektasi tersebut, sterling tampak terus melejit ke level tertinggi barunya selama 26 tahun.
Pasca pengumuman tersebut terpantau bahwa sterling melompat hingga ke level 2.1086, dari sekitar level 2.1025 sebelum pengumuman. Gagal langsung menembus level resisten terdekat di 2.1090 membuat sterling kini terpantau tengah mengalami koreksi teknikal dengan berada di level 2.1060. Level 2.10 dan 2.0980 merupakan level support terdekat sterling saat ini, sementara level 2.1090, 2.1100, dan 2.1170 akan menjadi level resisten terdekatnya. Adapun level rekor tertinggi sterling sepanjang masa adalah di level 2.1192.
Bernanke Sinyalkan Perlambatan Ekonomi
Dolar semakin terpuruk, dan tampaknya akan sulit untuk bangkit. Setelah semalam (09/11) gubernur The Fed, Ben S. Bernanke, memberikan pidato penjelasan kebijakan moneternya. Kali ini cukup jelas sinyal yang diantarkan oleh Bernanke, dengan mengatakan bahwa perlambatan ekonomi telah dirasakan akan terjadi pada kuartal IV nanti. Pasca pidato tersebut, sentimen pun semakin memburuk, dan dolar pun kian terpuruk.
Terhadap sterling dolar melemah hingga tembus level 2.11, ciptakan level terendah barunya selama 26 tahun, dan semakin dekati rekor tertingginya di level 2.1192. Adapun dolar saat ini terpantau tengah berada di sekitar level 2.1085, setelah sempat anjlok hingga ke level 2.1116, level terendahnya sejak 1981.
Sementara terhadap euro, dolar turut tampak tertekan di sekitar level 1.4675, setelah sebelumnya sempat hingga ke level 1.47, dekati level rekor terendahnya di level 1.4731 yang dicetak lusa lalu.
Adapun keputusan BOE dan ECB yang tidak mengikuti penurunan suku bunga AS dengan mempertahankan suku bunganya di level 5.75% dan 4% juga membuat sentimen atas dolar semakin melemah saat ini, khususnya di tengah adanya ekspektasi bahwa The Fed masih akan turunkan suku bunga, setidaknya pada kuartal pertama tahun depan nanti, dalam rangka mengangkat kembali kondisi perekonomian AS. (RISET-iwan)
Friday, November 09, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



