Dolar Mungkin Terus Melemah Menjelang Keputusan Bank-Bank Sentral
Kekuatiran akan kondisi sektor finansial Amerika mempengaruhi bursa Eropa dan Inggris. Unwinding cross yen menyebabkan tekanan jual euro dan poundsterling terhadap dollar, terutama pada sesi pagi Eropa. Tetapi bear dollar kemudian berhasil membatasi rally dollar, bahkan euro bisa mendapatkan kembali hampir setengah nilainya yang hilang. Rally yen terhadap dollar juga lebih terjadi pada sesi pagi Eropa kemarin, karena kurang ada risk aversion pada sesi Amerika setelah ISM Non manufacturing yang lebih baik memperbaiki sentimen pasar saham. Late-rally pada bursa saham Amerika mempengaruhi ketiga indeks utama berakhir minus hanya 0,5%. Walau demikian, pakar pasar seperti Bill Gros dan Jim Roger masih menilai the Fed perlu menurunkan tingkat suku bunganya lebih lanjut pada bulan Desember untuk mencegah kemungkinan resesi. Menurut fed funds futures ada sekitar 64% kemungkinan the Fed menurunkan suku bunganya Desember. Pasar masih gugup, dan ini mempengaruhi emas kembali berakhir diatas $800 per ons untuk hari ke-2 berturut-turut.
Dengan toleransi terhadap resiko membaik, ada kemungkinan yen melemah lebih lanjut terhadap mata uang major sehubungan dengan rebound bursa saham. Ekspetasi penurunan suku bunga lagi dari the Fed pada bulan Desember dan perbedaan kebijakannya dengan bank sentral lain bisa jadi lebih mempengaruhi daripada fundamental. Hasil data Inggris kemarin pagi bervariasi. Hasil survei the BRC mengindikasi melemahnya pembelanjaan masyarakat pada bulan Oktober, walau badan riset NIESR menyatakan estimasi GDP untuk 3 bulan yang berakhir Oktober masih cukup bagus pada 0,7%. Ada kemungkinan spekulasi menjelang keputusan rapat bank-bank sentral akan mempengaruhi dollar untuk melemah. Kalau Reserves Bank of Australia meningkatkan suku bunga sebesar 25 bp menjadi 6,75% (pagi ini 05:30), akan semakin kuat ekspetasi pasar untuk presiden ECB Jean Claude Trichett memberikan tanda sesudah rapat kebijakan Kamis ini adanya peningkatan suku bunga bulan Desember.
Tidak ada data ekonomi dari Amerika semalam. Gubernur the Fed, Ben Bernanke dinihari tadi waktu Indonesia menghadiri konferensi mengenai microfinance,, tetapi menjelang testimoni Kamis malam, kemungkinan Bernanke tidak akan memberikan pernyataan yang dapat menggerakan pasar.
Euro Cetak Rekor Tertinggi Baru vs Dollar
Mata uang euro dalam perdagangan pasar uang kemarin (06/11) di sesi Eropa kembali bergerak menyentuh level tertingginya terhadap dollar, di tengah pasar yang masih berspekulasi kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga lanjutan untuk Amerika.
Sementara itu, euro juga tertolong oleh sentiment pasar bahwa ECB masih belum selesai dari wacana aksi kenaikan suku bunganya. Di sisi lain, British pound tertopang oleh prediksi bahwa Bank of England masih akan pertahankan suku bunganya minggu ini, dan tidak mengikuti aksi yang dilakukan the Fed.
Euro terpantau menyentuh level tertingginya di level US$1.4556 pada akhir pasar Eropa, di atas level US$1.4471 pada penutupan pasar New York dini hari kemarin. Terakhir euro berada di level $1.4549. (RISET-iwan)
Wednesday, November 07, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



