Dolar Masih Dalam Sentimen Negatif, Cetak Rekor Baru vs Euro
Sampai akhir sesi perdagangan Jum'at minggu lalu (03/11) terpantau bahwa dolar masih berada dalam sentimen melemah. Diluar dari biasanya, data Non Farm Payroll (NFP) yang mantap tidak berhasil membalikkan sentimen, dolar malah terus melemah ke rekor terendahnya terhadap euro. Hal tersebut indikasikan bahwa sentimen pasar sudah terlampau negatif terhadap dolar, dan dampak dari penurunan suku bunga kemarin tampak masih menjadi pertimbangan pasar dalam menentukan posisinya saat ini.
Tidak sekedar itu, adanya kecemasan akan masih terpuruknya kondisi sektor keuangan dan perumahan AS akibat krisis kredit kemarin membuat ekspektasi pasar saat ini kembali bercabang, yang tadinya optimis bahwa tidak akan ada penurunan suku bunga lanjutan pada tahun ini, menjadi lebih pesimis dan berekspektasi masih akan ada kemungkinan penurunan suku bunga lanjutan oleh The Fed.
Persoalan Merrill Lynch & Co.'s berpotensi akan harus menambah jumlah penghapusan piutang kreditnya hingga sejumlah $10 milyar, para trader terakhir telah mulai memprediksi bahwa The Fed masih akan menurunkan suku bunganya untuk yang ke tiga kali pada 11 Desember nanti.
Terhadap euro, sampai tengah malam hari Jum'at dolar sempat melemah hingga ke rekor terendah barunya di level $1.4528; pasca pencetakan rekor, terpantau dolar kemudian bergerak sideways dan berakhir di level $1.4504. Oleh pesimisme akan pulihnya sektor keuangan pada tahun ini, diprediksi dolar akan dapat jatuh tembus level $1.50 per euro pada kuartal terakhir ini.
Terhadap sterling, dolar juga terpantau masih terpuruk di level rekor terendahnya selama 26 tahun, di mana nilai tukar sempat anjlok tembus $2.09 per poundsterling. Pada beberapa jam sebelum berakhirnya sesi minggu ini, dolar tampak stabil di sekitar level $2.0890, namun sempat menanjak hingga ke level $2.0902 sesaat sebelum penutupan, dan berakhir di level $2.0894. Sementara terhadap yen, dolar cenderung stabil namun masih dalam melemah, dan berakhir di level Y114.85, setelah sempat menguat sesaat hingga ke level Y115.41 pasca pengumuman NFP.
Adapun pada sepanjang minggu lalu, terhitung dolar telah melemah sebesar 0.9% terhadap euro dan terus menambah pelemahan tahunannya menjadi 9.1% pada sepanjang tahun ini. Sementara terhadap sterling, dolar terhitung bukukan pelemahan sekitar 1.8% pada minggu lalu; pada akhir bulan ini, diprediksi dolar akan dapat menguat hingga ke level $2.07, dan dapat terus menguat ke level $2.04 dalam 3 bulan ke depan, dan jika perekonomian AS terus tunjukkan perbaikan signifikan, maka dolar diprediksi akan dapat menguat hingga ke level $1.99 dalam 6 bulan ke depan. (RISET-iwan)
Monday, November 05, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



