Dollar Menguat, Melonjaknya Bursa Memberi Support Positif
Dollar menguat tertinggi selama dua minggu terhadap mata uang euro semalam, hal itu banyak dikarenakan rally pada saham-saham global sehingga membuat para trader mengurangi spekulasi prakiraan penurunan lanjutan dari mata uang AS ini. Selanjutnya, mata uang yang jatuh paling lemah di antara keenam-belas mata uang mayor adalah Swiss Franc dan Yen, pelemahan kedua currency tersebut membuat kembalinya minat para investor untuk membeli asset dengan yield yang lebih tinggi dengan pinjaman yang berasal dari kedua negara ini. Para investor melakukan aksi yang disebut carry trade ini saat bursa saham Amerika kembali meningkat dipimpin oleh saham-saham keuangan yang telah jatuh sampai pada level terendahnya dalam masa lebih dari satu dekade terakhir.
Perhatian pasar akan tertuju pada data indeks sentimen bisnis Jerman dan data perumahan AS pekan ini untuk melihat seberapa sehatnya kondisi perekonomian global dan prospek suku bunga AS dan Eropa. Sejumlah komentar petinggi ECB, The Fed dan BoE juga akan diperhatikan pasar untuk melihat arah kebijakan suku bunga yang akan diberlakukan berikutnya.
Agenda pertama pekan ini akan diawali oleh rilis data indeks sentimen bisnis Ifo Jerman untuk periode November (Selasa). Untuk indeks utamanya diperkirakan akan melemah menjadi 103.3 menyusul naiknya harga energi, menguatnya nilai tukar euro, dan aksi mogok buruh kereta api yang kemungkinan akan melemahkan kepercayaan konsumen. Jika data tersebut dirilis buruk maka akan semakin memperbesar peluang pemangkasan suku bunga oleh ECB. Pasar saat ini memberikan peluang 25% bagi ECB untuk memangkas suku bunganya bulan Juni mendatang, meskipun masalah inflasi masih menjadi pertimbangan utama, dimana sejumlah analis melihat kuatnya nilai tukar euro dan melemahnya pertumbuhan ekonomi masih akan menahan laju kenaikan inflasi, sehingga belum terlalu mendesak ECB untuk memangkas suku bunganya.
Namun demikian, pengaruh data Ifo kemungkinan akan terbatas jika data CPI preliminary Jerman ternyata menunjukkan adanya akselerasi. CPI y/y diprediksi akan mengalami akselerasi menjadi 2.7% di bulan November dari 2.4% sebelumnya. Komentar dari sejumlah dewan kebijakan The Fed seperti Charles Plosser, Richard Fisher, Randall Kroszner dan William Poole juga akan diperhatikan pasar. Sementara itu di Inggris Gubernur BoE Mervyn King dan para anggota Monetary Policy Committee yaitu Rachel Lomax, Charles Bean, Timothy Besley dan David Blanchflower akan mengadakan temu tanya-jawab pada kemarin 29 November soal proyeksi untuk perkembangan sektor perbankan dan inflasi kedepannya. Pasar saat ini memproyeksikan pemangkasan suku bunga sebanyak 2 kali oleh BoE di tahun depan dari levelnya saat ini 5.75%, dimana peluang besar terjadinya pemangkasan adalah di bulan Desember. (RISET-iwan)
Friday, November 30, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



