Dolar Masih Fokus Pada Keputusan FOMC The Federal Reserve, Dinihari Nanti
Ekspetasi penurunan suku bunga the Fed mempengaruhi dollar untuk melemah lebih lanjut terhadap high-yielders. Harga minyak mentah yang semakin meningkat juga turut mempengaruhi pelemahan dollar. Dengan minyak berakhir $93,56 per barel, permintaan kontrak emas juga meningkat hingga mencapai harga tertinggi dalam 28 tahun diatas $794 per ons. Keduanya mempengaruhi naiknya harga-harga komoditas lainnya. Pembelian dollar Australi sepanjang sesi Asia hingga mencapai level terkuatnya dalam 23,5 tahun, semakin mendekati 0,93. Pada awal sesi Eropa, pelemahan dollar menyebabkan poundsterling kembali menembus level 2,06, dan euro untuk pertama kalinya menembus keatas level 1,44.
Pelemahan dollar sedikit terbatasi pada sesi Eropa kemarin, yang merupakan kombinasi profit taking dan pengurangan porsi jual dollar setelah semakin tipis kemungkinan penurunan 50 basis poin oleh the Fed. Baru pada sesi Amerika, gelombang penjualan dollar kembali terjadi terhadap euro dan poundsterling, sehingga poundsterling nyaris mencapai level terkuatnya dalam 26 tahun dan euro separuh jalan mencapai 1,45. Di sisi lain, ekspetasi penurunan sukubunga oleh the Fed mempengaruhi toleransi investor saham terhadap resiko menjadi lebih baik, sehingga meningkatnya aktifitas carry trade menyebabkan yen dan franc cenderung melemah terhadap dollar. Fed Funds Futures masih memperkirakan kemungkinan hampir 100% ada penurunan suku bunga 25 bp pada rapat FOMC dinihari nanti. Indeks USD sempat mencapai level terendah baru dalam 30 tahun di 76,77.
Sepertinya terjadi sedikit pengurangan porsi jual dollar terhadap high-yielders kemarin pagi, walau bisa ada perubahan arah pada sesi Eropa. Turunnya harga minyak mentah dan emas turut mempengaruhi dollar Australi melemah dan investor membeli dollar. Harga emas turun sekitar $10 per ons dari rekor tertingginya semalam. Hanya terhadap yen, dollar melemah hingga menjelang tengah hari, yang sepertinya merupakan pengurangan porsi jual yen menjelang keputusan rapat Bank of Japan yang akan diumumkan pagi ini sekitar pukul 09:00-10:00, dimana pasar melihat tidak ada perubahan tingkat suku bunga pada 0,5%. Untuk hari ini, dengan Federal Open Market Committee (FOMC) memulai rapat kebijakan 2 hari mereka, ekspetasi dan penantian keputusan rapat masih akan mempengaruhi pergerakan forex.
Analis masih memperdebatkan apakah the Fed akan lebih concern terhadap pertumbuhan ekonomi atau bahaya inflasi yang lebih tinggi. Sebagian besar melihat the Fed akan menurunkan suku bunga 25 basis poin ke 4,50% untuk membantu pertumbuhan ekonomi Amerika lebih lanjut. Pelemahan dollar mendatang dilihat bisa mempengaruhi euro untuk mencapai 1,4550, yang merupakan level terkuatnya menurut penghitungan sintentis menggunakan data historis dollar/mark Jerman; dan bull poundsterling dilihat akan mengincar 2,1000. Dengan pergerakan kemarin berlangsung dengan pengabaian fundamental, ada kemungkinan hal serupa kembali terjadi. Tetapi, data Amerika semalam diperkirakan mendukung diperlukannya penurunan suku bunga lebih lanjut. Indeks harga rumah di 20 area metropolis Amerika diperkirakan kembali turun selama 8 bulan berturut-turut, mengindikasi deteriorasi lebih lanjut dalam sektor perumahan. Selain itu, tingkat konfiden konsumer untuk Oktober dilaporkan semalam, bahwa indeks kpercayaan konsumen AS turun menjadi sebesar 95.6 pada Oktober, dari 99.5 pada September; angka tersebut jauh di bawah prediksi ekonom yang memperkirakan harga akan sebesar 99.0. Sebelumnya juga telah diumumkan bahwa indeks harga perumahan AS pada September semakin turun, yaitu menjadi -4.4% dari -3.9% pada Agustus; juga lebih rendah dari prediksi ekonom, yaitu -4.2%. (RISET-iwan)
Wednesday, October 31, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



