Tuesday, October 30, 2007

Market Review

Dollar Nantikan Keputusan Suku Bunga The Fed

Setelah pada awal pekan ini dollar menguat terhadap mata uang major, semakin kuatnya ekspetasi penurunan suku bunga (lagi) dari the Fed mempengaruhi dollar untuk melemah --hampir setiap hari-- sehingga pada hari terakhir perdagangan pekan lalu indeks USD mencapai 76,977 level terendahnya sejak penghitungan dimulai lebih dari 30 tahun lalu. Lemahnya data ekonomi dan kerugian besar yang dialami institusi finansial utama seperti Meryll Lynch semakin menyebabkan pasar memperhitungkan the Fed harus kembali menurunkan tingkat suku bunganya pada rapat 31 Oktober nanti, dengan penurunan 25 bp telah diperhitungkan hampir 100% dan penurunan 50 bp memiliki kemungkinan 55%.

Sikap hawkish pejabat ECB membantu bull euro untuk membawa EUR/USD kembali mencapai rekor tertinggi barunya hampir 1,44, sementara rally poundsterling terjegal setelah laporan NIESR semakin meyakinkan mereka yang melihat Bank of England akan mulai menurunkan suku bunga pada kuartal pertama tahun depan. Ekspetasi perbedaan kebijakan dan harga komoditas yang terus meningkat menyebabkan dollar semakin melemah terhadap mata uang komoditas, dengan dollar Kanada mencapai level terkuatnya dalam 33 tahun dan dollar Australi menyentuh kembali level tinggi dalam 23 tahun. Ketegangan geopolitis Timur Tengah menyebabkan harga minyak terus meningkat mencapai rekor baru. Pada akhir sesi, hanya terhadap yen dollar berakhir sedikit menguat karena rally bursa saham Amerika dipengaruhi bagusnya laporan Microsoft.

Dalam pekan ini ada 2 bank sentral major yang akan mengadakan rapat kebijakannya. Bank of Japan akan mengumumkan keputusan Rabu sekitar 10-11 pagi, dan majoritas melihat masih akan stay unchanged pada 0,5%. Tetapi yang lebih dinantikan adalah keputusan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diumumkan Kamis dini hari 01:15. Majoritas melihat the Fed akan menurunkan kembali tingkat suku bunganya, kali ini sebesar 25 basis poin, untuk membantu pertumbuhan ekonomi Amerika. Pergerakan forex pada awal pekan ini mungkin akan lebih dipengaruhi penantian keputusan FOMC. Sedikit pengurangan porsi jual dollar mungkin akan terjadi, terutama terhadap poundsterling dan euro, menjelang rapat FOMC. Survei the Hometrack memperkuat kemungkinan pendinginan mulai berlangsung dalam sektor perumahan Inggris, dengan harga rumah turun untuk pertama kalinya dalam 2 tahun dan ekspetasi penjualan rumah akan semakin melamban dalam bulan-bulan mendatang.

Sementara euro kembali mencapai rekor tertinggi baru di 1,4438 . Dengan tidak ada data dari Eropa dan Amerika, ada kemungkinan profit taking mempengaruhi terhentinya rally euro untuk sementara. Di sisi lain, pelemahan dollar terhadap mata uang komoditas sepertinya masih akan berlanjut. Pagi ini minyak kembali mencapai rekor baru mencapai $93 perbarel; dan ini turut mempengaruhi dollar Australi untuk mencapai level terkuatnya dalam 23.5 tahun terhadap dollar disekitar 0.9250. Sebagian analis berpendapat koreksi AUD/USD mungkin baru terjadi sekitar 0,93. Setelah FOMC, fokus pasar berada pada data ketenagakerjaan Amerika atau Non-Farm Payrolls (NFP) untuk Oktober yang akan dirilis Jum'at. Secara keseluruhan, pergerakan forex pekan ini bisa memiliki volatiliti tinggi, karena sebagian traders akan lebih memilih sidelines menjelang FOMC dan Non Farm Payroll sehingga volume akan berkurang. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis