Dollar Dibawah Bayang-Bayang Stagflasi Ekonomi
Setelah sedikit aksi beli yen terhadap mata uang major pada sesi Asia kemarin, terjadi perubahan arah ke pelemahan yen sejak awal sesi Eropa. Dengan sentimen pasar membaik, pembelian saham di bursa Eropa dan Inggris mempengaruhi aktifitas carry trade meningkat hingga awal sesi Amerika. Rally poundsterling dan euro semakin menjadi setelah data Amerika mendukung pelemahan dollar. Tekanan inflasi pada level konsumer sesuai dengan perkiraan dan telah diperhitungkan pasar, sehingga fokus lebih pada hasil data perumahan yang menunjukkan kondisi terparah dalam 17 tahun. Tetapi data ini akhirnya mempengaruhi investor saham sehingga kembali terjadi sedikit risk aversion yang menyebabkan unwinding carry trade dan menguatnya dollar terhadap high-yielders.
Perubahan arah ke pelemahan dollar kembali terjadi setelah Beige Book menyatakan pertumbuhan ekonomi semakin lamban. Fed funds futures meningkatkan kemungkinan menjadi 45% akan ada pengurangan suku bunga lagi pada rapat FOMC 31 Oktober. Naiknya persediaan pemerintah menyebabkan harga minyak turun walau sebelumnya sempat mencapai rekor tertinggi baru di $89 per barel. Pada akhir sesi, dollar pada umumnya melemah terhadap high-yielders dan tidak memiliki bid yang berubah banyak terhadap yen dan franc.
Semakin mendekati pertemuan negara-negara G7 di Washington akhir pekan ini, ada kemungkinan trader mengurangi porsi jual yen mereka karena spekulasi G7 akan membahas dengan resmi masalah lemahnya nilai yen dan yuan. Tetapi kalau rally bursa saham Eropa dan Inggris berlanjut, yen akan melemah karena aktifitas carry trade. Fokus data berada pada penjualan ritel Inggris untuk bulan September. Setelah pendapatan rata-rata meningkat lebih baik, adanya penjualan ritel yang lebih tinggi akan semakin memperkuat kemungkinan Bank of England mempertahankan tingkat suku bunga hingga akhir tahun ini.
Rally poundsterling bisa terbatasi oleh data pinjaman yang diperkirakan turun, atau kalau laju pembelian yen mempengaruhi. Perkiraan neraca perdagangan zona Eropa bervariasi, walau pernyataan para pejabat ECB yang hawkish mungkin masih mempengaruhi EUR/USD untuk bertahan di sisi atas range-nya.
Ada kemungkinan dollar akan semakin melemah terhadap mata uang major dipengaruhi spekulasi ekonomi Amerika sedang menuju stagflasi, kondisi dimana pertumbuhan ekonomi lemah dibarengi dengan inflasi yang tinggi. Leading Indicators yang bisa digunakan untuk menebak GDP diperkirakan rebound hingga plus 0,3%, dan hal ini sebenarnya positif untuk dollar. Tetapi, aktifitas sektor manufaktur negara bagian Philadelphia untuk Oktober diperkirakan juga masih melambat.
Spekulasi The Fed akan Turunkan Suku Bunga
Terimbas oleh laporan bank terbesar AS, Bank of Amerika, yang laporkan penurunan tingkat keuntungan karena krisis kredit kemarin, pasar saat ini tampak kembali berspekulasi bahwa The Fed akan lanjutkan penurunan suku bunganya melihat dampak kongkrit dari krisis kredit kemarin sudah semakin jelas saat ini, dan mengancam pertumbuhan ekonomi.
Keterpurukan kemarin (18/10) semakin tampak, setelah Departemen Tenaga Kerja AS rilis jumlah jobless claims di atas prediksi ekonom, menggambarkan kondisi yang kurang baik pada pasar tenaga kerja AS. Di tambah adanya spekulasi bahwa The Fed mungkin akan turunkan suku bunganya, semalam dolar sempat ambruk hingga ke level rekor terendah barunya terhadap Euro. (RISET-iwan)
Friday, October 19, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



