Pasar Nantikan Keputusan BOJ Soal Suku Bunga
Dollar berakhir melemah terhadap mata uang major. Pergerakan sepanjang hari kemarin sepertinya lebih ditentukan oleh performa bursa saham. Unwinding cross yen mempengaruhi dollar cenderung melemah terhadap yen dan franc sepanjang sesi Asia hingga bursa saham Amerika dibuka. Di sisi lain, unwinding cross yen ini menyebabkan dollar untuk menguat terhadap euro dan poundsterling. Pada sesi Amerika perubahan arah terjadi. Pembelian euro dan poundsterling terutama terjadi setelah indeks IBD kembali turun, memungkinkan tingkat konfiden konsumer mendatang akan semakin rendah. Selain itu, rally bursa saham Eropa dan Inggris turut mempengaruhi pelemahan dollar. Reaksi setelah notulen FOMC juga penjualan dollar dan rally bursa saham setelah notulen dinilai indikasi adanya penurunan suku bunga lebih lanjut oleh the Fed.
Tetapi reaksi dalam pasar obligasi dan fed funds futures memberikan gambaran yang berbeda mengenai arah kebijakan the Fed. Notulen dinilai semakin mengurangi adanya kemungkinan penurunan suku bunga lagi dari the Fed pada rapatnya akhir bulan ini. Walau semua anggota FOMC saat itu setuju untuk menurunkan fed funds rate dan discount rate sebesar 50 bp, keputusan merupakan tindakan proaktif untuk mencegah terjadinya dampak yang lebih buruk ke ekonomi dari krisis kredit. Inflasi masih merupakan concern. Ditambah dengan pernyataan presiden the Fed William Poole, pasar obligasi dan fed funds futures semakin yakin the Fed akan stay unchanged pada rapat 31 Oktober nanti. Poole menyatakan data ketenaga-kerjaan yang paling baru mengindikasi ekonomi belum mengalami deteriorasi separah perkiraan analis, dan pelemahan dollar akhir-akhir ini sulit untuk dijelaskan. Fed funds futures mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga bulan ini menjadi 35% dari 50%; sementara penjualan obligasi berlangsung karena dollar kemungkinan menguat. Melemahnya dollar terhadap euro dan sterling mempengaruhi harga emas dan minyak mentah meningkat.
Bank of Japan memulai rapat kebijakan dua hari, dengan keputusan akan diumumkan menjelang siang ini. Majoritas analis melihat BOJ masih belum bisa menaikkan suku bunganya, sehingga masih akan stay unchanged pada 0,5%. Pagi ini kembali terjadi pelemahan dollar terhadap mata uang major, masih dipengaruhi adanya kemung-kinan penurunan suku bunga lagi dari the Fed pada akhir bulan ini setelah notulen FOMC tadi malam. Tetapi perbedaan pandangan pasar obligasi dan fed funds futures bisa mempengaruhi berubahnya pandangan pasar mata uang, sehingga ada kemungkinan perubahan arah ke penguatan dollar terjadi. High-yielders sempat kembali diburu oleh investor setelah rally bursa saham di Amerika semalam dan bursa saham Asia pagi ini berhasil meningkatkan konfiden. Tidak ada data ekonomi dari Inggris sore ini, sementara perkiraan data Perancis dan Itali memperkuat kemungkinan pelemahan euro terhadap dollar. Pergerakan yang lebih besar kearah pelemahan dollar bisa terjadi kalau hasil data minus. Selain itu, hasil earnings perusahaan Amerika hingga minggu depan juga perlu dipantau, karena dapat mempengaruhi sentimen pasar terhadap ekonomi Amerika dan pergerakan USD/JPY. Neraca perdagangan Amerika untuk bulan Agustus baru akan mempengaruhi pergerakan kalau hasilnya jauh berbeda dari perkiraan defisit $58,7 milyar. Hasil data inflasi akan lebih mempengaruhi pergerakan menjelang akhir pekan, karena akan menkonfirmasi lebih lanjut arah kebijakan the Fed pada akhir bulan ini.
Dimulai dengan Import Price Index di Kamis malam, tingginya harga minyak mentah dan komoditas lainnya bisa jadi mempengaruhi peningkatan inflasi yang lebih besar dari perkiraan, yang efeknya ke ekonomi bisa dilihat pada data PPI pada Jum’at malam. Tekanan inflasi pada level produsen diperkirakan meningkat jauh lebih tinggi hingga indeks tahunannya 3,7%. Tetapi perkiraan inflasi inti tahunannya masih sama dengan bulan Agustus. Rally dollar akan lebih berarti kalau ada tekanan inflasi inti (PPI Core) tahunan yang lebih besar dari 2,5%. Retail Sales tanpa menghitung penjualan kendaraan juga perlu diperhatikan. Diperkirakan terjadi rebound setelah mengalami sedikit penurunan pada bulan Agustus, peningkatan lebih besar dari 0,3% akan semakin memperkuat pertahanan suku bunga oleh the Fed di 4,75%. (RISET-iwan)
Thursday, October 11, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



