Wednesday, October 10, 2007

Market Review

Outlook Perekonomian AS masih Positif

Dollar menguat terhadap mata uang major, yang merupakan hasil penilaian kembali investor Eropa atas hasil Nonfarm Payrolls (NFP). Berkurangnya kemungkinan penurunan sukubunga lagi oleh the Fed turut mempengaruhi dilepasnya posisi jual dollar terhadap euro dan poundsterling. Selama ini, pembelian euro hingga nyaris mencapai 1,43 pada umumnya dipengaruhi spekulasi penurunan suku bunga lagi dari the Fed sementara ECB akan stabil atau bahkan masih menaikkan suku bunga. Tekanan jual euro juga didapat dari semakin meluasnya protes terhadap tingginya nilai euro. Perserikatan dagang Uni Eropa meminta para mentri keuangan dan ekonomi negara-negara Eropa yang sedang bertemu di Luxembourg dan ECB untuk melakukan sesuatu yang dapat mengatasi nilai tukar euro.

Hasil data Inggris menunjukkan produksi industri dan manufaktur yang berkurang lajunya, sementara hasil PPI bervariasi. Walau kenaikan harga bahan baku jauh lebih tinggi, kenaikan harga inti barang keluar dari pabrik berada semakin berkurang. Profit taking terjadi pada bursa saham Amerika. Harga minyak mentah semakin turun hingga berakhir dibawah $80 per barel.

Dollar kembali menguat terhadap mata uang major saas sesi pagi kemarin. Tingkat konfiden dan kondisi bisnis Australia untuk September turun sekitar 3 poin dipengaruhi kenaikan suku bunga dan gejolak bursa saham. Hal ini turut mempengaruhi pelemahan dollar Australia lebih lanjut dibawah 0,9. Sementara USD/JPY dipengaruhi oleh pergerakan cross yen dan rally bursa saham Jepang. Sedangkan data Eco Watchers Survey diperkirakan menunjukkan tingkat konfiden masyarakat Jepang bulan September lebih baik, sehingga memungkinkan yen untuk menguat lebih lanjut menembus 117,00. Untuk euro, tekanan jual bisa masih berlangsung, yang bisa menyebabkan EUR/USD diperkirakan akan menembus kebawah 1,40. Surplus perdagangan Jerman untuk bulan Agustus diperkirakan lebih rendah sementara defisit perdagangan Perancis semakin besar. Produksi industri Jerman juga diperkirakan terpengaruh oleh gejolak bursa saham pada bulan tersebut. Tetapi kalau presiden ECB Jean Claude Trichett masih mempertahankan sikap hawkish terhadap inflasi, mungkin bisa membawa kembali euro menuju 1,41. Untuk sterling, berkurangnya kemungkinan penurunan suku bunga Bank of England tahun ini bisa mempengaruhi adanya rally poundsterling pada sesi Eropa.

Menurut laporan British Retail Consortium, penjualan ritel di Inggris jauh lebih baik. Laporan ini mengindikasi masalah Northern Rock kurang mempengaruhi appetite belanja. Tetapi rally poundsterling bisa terbatasi karena the National Institute of Economic Research menyatakan estimasi GDP Inggris untuk kuartal ke-3 sedikit lebih rendah pada 0,7% dan pelemahan pertumbuhan sepertinya masih akan berlanjut. Fokus berada pada notulen rapat FOMC yang dirilis dini hari 01:00 lalu. Rapat pada 18 September tersebut menghasilkan kejutan penurunan suku bunga oleh the Fed untuk pertama kalinya dalam 4 tahun. Baik fed funds rate dan discount rate diturunkan sebesar 50 basis poin.

Dihadapan US House, Bernanke kemudian menjelaskan keputusan tersebut merupakan usaha untuk mencegah dampak krisis kredit yang lebih parah ke ekonomi. Pasar akan menilik notulen rapat FOMC untuk menilai apakah keputusan the Fed merupakan tindakan sekali atau the Fed sudah berada pada siklus penurunan suku bunga. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis