Dollar Menguat Mendorong Harga Minyak Turun
Kemarin pada sesi pasar Inggris (08/10) minyak tampaknya masih meneruskan penurunan harga yang telah terjadi sejak Jumat minggu lalu, seiring dengan menguatnya dollar terhadap euro dan perkiraan para trader bahwa pada kwartal 4, selisih supply dan demand tidak seketat yang diduga.
Pada pembukaan pasar Inggris patokan harga kontrak Brent Crude pengiriman bulan November turun 38 sen menjadi $78.53 per Barrel. Sementara itu, kontrak minyak mentah di Amerika pengiriman November turun 39 sen menjadi $80.83 per barrel.
“Saya kira pasar masih sedang berharap agar harga segera turun, dimana perkiraan kuatnya demand pada kwartal keempat sedang diuji lagi,“ demikian menurut seorang trader dari MF Global kepada Thomson Financial.
US National Hurricane Centre mengatakan Jumat lalu bahwa diduga tidak akan terjadi lagi badai pada musim ini. Berita tersebut telah menekan harga minyak karena telah mengurangi kemungkinan kekurangan supply.
Sementara itu, analis mengatakan bahwa Agen Energi International (IEA), mewakili negara-negara industri pengkonsumsi minyak, akan kembali mengurangi perkiraan permintaan untuk kwartal 4, pada laporan bulannya hari Kamis nanti (11/10).
Di lain pihak, menguatnya dollar terhadap euro ternyata juga menekan minyak. Dollar yang menguat membuat harga minyak menjadi relatif lebih mahal bagi trader berbasis mata uang lainnya. Para analis pasar mengatakan bahwa melemahnya dollar dalam bulan-bulan terakhir telah menjadi kunci pemicu meningkatnya harga minyak sampai level tertingginya bulan lalu. (.REUTERS/RISET-iwan)
Tuesday, October 09, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



