ECB Pertahankan Suku Bunga di 4% dan BOE Putuskan Suku Bunga Tetap
Dalam konferensi pers-nya, Jean Claude Trichett semalam mengatakan bahwa ECB masih membutuhkan informasi yang lebih banyak sebelum memutuskan kerangka kebijakan suku bunyanya untuk jangka menengah nanti. Posisi ECB saat ini masih netral apakah akan mengikuti jejak The Fed atau tidak, sampai saat ini fokus ECB masih inflasi, sementara The Fed telah berpindah fokus kepada pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, untuk menentukan fokus sasaran dari kebijakan ke depan, ECB akan terus memantau perkembangan data guna melihat apakah krisis kredit kemarin benar-benar merupakan ancaman besar bagi ekonomi Eropa.
Beberapa analis pesimis bahwa ECB akan turunkan suku bunganya pada tahun ini, melihat tingkat inflasi masih tinggi, bahkan pada bulan lalu tingkat inflasi telah tembus level 2% untuk pertama kalinya dalam lebih dari 1 tahun. Adapun 2% merupakan batas atas dari target inflasi ECB.
Trichet pun dalam konferensinya mengatakan ECB perlu berhati-hati dalam membaca situasi saat ini, khususnya dalam melihat perkembangan pertumbuhan ekonomi, karena tekanan inflasi cenderung sudah tampak jelas, yaitu berpotensi untuk terus meningkat (melihat tren harga minyak yang juga meningkat). Pernyataan tersebut indikasikan bahwa ECB masih akan menahan suku bunganya di 4% sampai kondisi perekonomian yang sebenarnya sudah tampak jelas.
Adapun pasca pengumuman suku bunga tersebut, tampak euro melemah hingga ke level 1.4067 dari 1.4116 sebelum pengumuman; dan kini terpantau euro terlihat sideways di sekitar level 1.4130.
Di lain sisi, sesuai prediksi, semalam (04/10) Bank of England (BOE) umumkan keputusan untuk mempertahankan suku bunganya di level 5.75%. Tampak keputusan tersebut disambut baik oleh pasar forex yang telah mulai memasukkan adanya peluang BOE akan turunkan suku bunganya, mengingat kasus Northern Rock dan koreksi cukup dalamnya harga rumah di Inggris.
Tidak ada pidato atau pernyataan yang diberikan oleh pihak BOE, karena BOE umumnya hanya akan memberikan penjelasan ketika terjadi perubahan kebijakan. Pasca pengumuman tersebut sterling naik drastis sekitar 60 poin hinga ke level 2.0365 dari level 2.0305 sebelum pengumuman.
Hari ini, Jum'at (05/10), pasar akan menanti-nantikan data Non Farm Payroll (NFP). Menurut prakiraan yang ada, NFP ini akan naik sebesar 90.000 dari semula rilis negatifnya pada bulan Agustus lalu –kali pertama positif selama hampir empat tahun terakhir. Ini adalah kejutan yang baik, yang dipercaya berindikasi dapat meredam terhadap ekspektasi pemangkasan suku bunga dan diyakini akan berujung pada pembatasan weaker dollar. (RISET-iwan)
Friday, October 05, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



