Wednesday, October 03, 2007

Market Review

Tekanan Terhadap US Dollar Berkurang, Aksi Profit Taking

US dollar pada perdagangan sesi awal Amerika kemarin (02/10) terpantau mengalami sedkit pengutan terutama terhadap Euro dan GBP. Penguatan US dollar terhadap Euro terutama dipicu oleh keberatan dari pejabat pemerintahan Uni Eropa yang menganggap bahwa level 1.4200 dapat menyebabkan ekspor barang-barang dari Eropa akan dianggap terlalu mahal.

Untuk GBP, jika dibandingkan dengan hari kemarin, sterling sedikit melemah. Pelemahan ini menurut sejumlah para analis dan trader lebih disebabkan oleh aksi profit taking.

Para investor juga dilaporkan banyak melepas posisi dan menunggu berbagai data ekonomi Amerika bulan ini. Data penting yang akan dirilis minggu ini termasuk pengumuman keputusan ECB dan BOE mengenai suku bunga Eropa dan Inggris. Komentar mantan Gubernur Bank Sentral Amerika yang mengatakan bahwaa krisis perumahan di Amerika akan segera berakhir juga turut memberikan dampak positif bagi US Dollar secara umum.

Greenspan: Krisis Kredit Mungkin Segera Berakhir

Semalam (02/10) mantan Gubernur the Fed Alan Greenspan pada kesempatannya dalam pertemuan bisnis di London menyatakan bahwa ancaman permasalahan kredit global di bulan Agustus lalu akan segera berakhir. Dalam konferensi ekonomi dunia, sementara itu, perdana menteri Inggris Gordon Brown menekankan untuk segera diambil tindakan reformasi financial untuk mencegah krisis financial demikian terjadi kembali.

Greenspan di depan para pemimpin bisnis menyebutkan “Apakah krisis kredit segera berakhir? Mungkin saja,” demikian mantan Gubernur the Fed sambil menunjukkan bangkitnya kembali transaksi perdagangan obligasi risiko tinggi di Amerika, sejalan dengan gejala masalah kredit global yang mulai membaik. Dia juga menyebutkan kembali bahwa gejolak di pasar keuangan dunia karena kegagalan kredit merupakan suatu kecelakaan yang dapat terjadi lagi.

Greenspan berkata kepada para pemimpin bisnis: “Jika tidak dipicu oleh kerugian besar akibat permasalahan sekuritisasi kredit subprime, tentunya ini akan menghantam juga sektor-sektor financial lainnya.” Dua bulan lalu jatuhnya permasalahan kredit dimulai sehingga banyak bank di seluruh dunia mulai mengurangi jumlah pinjaman antar perbankan.

Hal ini disebabkan masalah di sektor perumahan AS, khususnya di sektor subprime yang berisiko tinggi, dimana banyak bank dan fund investment mengalami kerugian besar. Banyak bank dan Funds Invesment yang melakukan pembelian sekuritas berdasar hipotik, sejenis instrumen keuangan yang berkaitan dengan KPR Amerika. Saat banyak pemilik rumah di AS gagal melunasi kredit, nilai dari berbagai sekuritas tersebut anjlok dan pasar uang dunia pun mengalami masalah likuiditas ketika pinjaman antar bank menciut. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis