Optimisme Pasar Terhadap Non Farm Payrolls Jum'at Nanti
Dollar, benar-benar dihabisi, jatuh melemah terhadap mata uang major pada hari terakhir perdagangan untuk kuartal ke-3. Penjualan dollar berlangsung sejak awal sesi Eropa hingga sesi Amerika, mengabaikan berita Northern Rock kembali meminjam dana ke Bank of England dan turunnya penjualan ritel Jerman. Pelemahan dollar berlanjut setelah data Amerika. Indeks yang paling diperhatikan the Fed untuk mengukur inflasi, PCE, menunjukkan semakin lemahnya tekanan inflasi pada bulan Agustus, sehingga PCE Deflatornya turun kebawah 2,00%. Data lainnya pembelanjaan yang meningkat tidak diimbangi dengan lebih rendahnya laju peningkatan pendapatan. Secara keseluruhan memberikan lampu hijau bagi the Fed untuk kembali menurunkan tingkat suku bunganya pada rapat kebijakan Oktober.
Pada sesi Amerika, penjualan dollar menyebabkan GBP/USD kembali menembus keatas 2,0400 setelah dua bulan dan EUR/USD mencapai level tertinggi baru yakni menembus 1,4200. Profit taking juga terjadi pada pasar ekuitas sehingga terjadi sedikit unwinding carry trade yang mempengaruhi yen dan franc sehingga menguat terhadap dollar. Indeks USD turun mencapai level terendahnya di 77,66 sehingga selama September indeks ini turun 3,8%, terburuk sejak April 2006. Sedangkan indeks ini turun 5,1% selama kuartal tiga, terbesar sejak penurunan sebesar 7,5% pada kuartal ke-4 2004. Krisis sub-prime dan krisis kredit global menyebabkan yen merupakan mata uang dengan gain terbesar terhadap dollar selama kuartal ke-3, dengan pelemahan 6,8%. Lemahnya dollar dan naiknya harga minyak meningkatkan aktifitas hedging sehingga harga emas mencapai $750 per ounce, level tertingginya sejak Januari 1980. Harga minyak sendiri berakhir turun ke $81,39 karena laporan margin profit penyulingan menyempit. Penjualan obligasi menyebabkan yields US Treasuries 10 tahun kembali meningkat ke 4,579% setelah kemungkinan penurunan suku bunga the Fed semakin besar.
Outlook ekonomi jangka pendek (Tankan) Jepang menunjukkan para pengusaha besar manufaktur masih lebih optimis daripada pengusaha kecil mengenai kondisi ekonomi dan bisnis mendatang. Kemungkinan semakin kuat Bank of Japan tidak dapat melakukan pengetatan kebijakan lebih lanjut tahun ini, sehingga positif untuk carry trade dan yen melemah. Tetapi pergerakan USD/JPY lebih ditentukan oleh performa bursa saham Amerika, yang sepertinya minggu ini akan terpengaruh ekspetasi Nonfarm Payrolls (NFP) yang nanti akan dirilis pada hari Jum’at. Data ekonomi lainnya dari Amerika hingga saat itu hanya akan merubah ekspektasi terhadap hasil NFP. Analis menilai optimis, NFP diperkirakan bertambah 100.000 setelah turun di bulan lalu.
Kemarin, tekanan jual euro bisa dapat dari pernyataan Jean Claude Trichett, Trichett mengutarakan kekuatiran atas tingginya euro yang dikhawatirkan akan mengganggu ekonomi zona Eropa. Kalau Trichett masih netral atau hawkish karena CPI zona Eropa Jum’at lalu berada diatas 2,00%, ada kemungkinan euro mencapai level tertinggi barunya karena cukup banyak analis yang melihat rally euro akan berlanjut hingga 1,45. Perkiraan data dari Inggris masih kurang bagus untuk poundsterling, walau bisa jadi pasar kembali lebih fokus pada pelemahan dollar. Terdapat minoritas yang melihat akan ada kejutan penurunan suku bunga dari Bank of England Kamis nanti. ISM Manufacturing dan ISM Prices Paid semalam sedikit turun, walau masih mengindikasi ekspansi. Hasil sesuai dengan perkiraan akan memperkuat kemungkinan penurunan suku bunga lagi dari the Fed. Detil mengenai ketenagakerjaan juga perlu diperhatikan karena biasa digunakan untuk menebak NFP dan mempengaruhi sentimen. (RISET-iwan)
Tuesday, October 02, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



