Dollar Dropped Setelah Pertemuan Menteri Keuangan Negara G7
Pengurangan porsi jual yen menjelang pertemuan G7 Jum'at lalu, berlangsung sepanjang sesi Asia hingga awal sesi Amerika. Pernyataan gubernur People’s Bank of China Zhou Xiaochuan pada sesi pagi Eropa memperkuat gelombang pembelian yen, yang digunakan oleh investor global sebagai proxy mata uang yuan. Xiaochuan menyatakan mata uang China pada akhirnya akan dipertukarkan dengan bebas. Walau demian beliau tidak menyebutkan kapan hal tersebut akan terjadi. Sepertinya Xiaochuan menanggapi komentar para pejabat keuangan negara-negara yang akan menghadiri pertemuan G7 akhir-akhir ini yang mengindikasi akan dibahasnya secara resmi pelemahan nilai yuan dan yen. Fundamental non-dollar juga mempengaruhi pelemahannya terhadap euro dan poundsterling. Laju kenaikan penjualan ritel di Inggris merupakan yang terbesar dalam 3 tahun, memungkinkan Bank of England untuk mempertahankan tingkat suku bunganya hingga akhir tahun ini. Sementara, neraca perdagangan zona Eropa kembali menghasilkan surplus, dengan ekspor ke Amerika stabil yang mendukung sikap hawkish ketua bank sentral Jerman Alex Weber.
Pelemahan dollar pada sesi pagi Amerika Jum'at lalu menyebabkan EUR/USD untuk pertama kalinya menembus keatas 1,4300 dan GBP/USD kembali menembus 2,0500 setelah 3 bulan. Sedikit pembalikan kemudian terjadi dipengaruhi koreksi bursa saham setelah turunnya earnings Bank of America. Risk aversion skala besar tidak terjadi sehingga indeks saham berakhir datar. Walau demikian, semakin banyak analis yang melihat the Fed akan menurunkan tingkat suku bunganya pada rapat FOMC 31 Oktober, dengan pasar fed funds futures memperkirakan 70% kemungkinan. Harga minyak mentah mencapai rekor baru diatas $90 per barel, walau kemudian berakhir di $89,78 per barel. Semakin meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mempengaruhi tingginya harga minyak mentah.
Pengurangan porsi jual yen kembali terjadi hingga tengah hari, menjelang G7. Pada sesi Eropa, fundamental mungkin bisa mempengaruhi pergerakan. Tekanan inflasi pada level produsen di Jerman untuk bulan September diperkirakan semakin besar, mendukung sikap hawkish ECB. Spekulasi masih akan menyebabkan euro mencapai level tertinggi barunya terhadap dollar. GDP Inggris untuk kuartal ke-3 dinantikan. Setelah data Inggris dalam 2 hari berturut-turut memungkinkan pertahanan suku bunga oleh Bank of England hingga akhir tahun ini, GDP tahunan yang lebih besar dari 3,5% bisa memperkuat pandangan adanya pengetatan kebijakan lebih lanjut dari BOE, dan kemungkinan poundsterling untuk mencapai kembali 2,0646 level tertinggi dalam 26 tahun.
Dengan tidak ada data ekonomi dari Amerika pada Jum'at minggu lalu, fokus berada pada pertemuan G7 di Washington. Pertemuan ini merupakan yang pertama sejak krisis kredit dan gejolak bursa saham global bulan Agustus. G7 terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Kanada, Itali dan Perancis. Spekulasi apakah pernyataan menyinggung pelemahan nilai yen dan yuan masih bisa mempengaruhi pergerakan forex. Kalau pernyataan mengenai nilai tukar mata uang tidak banyak perubahan dengan pernyataan April lalu, ada kemungkinan dollar dan yen akan melemah terhadap high-yielders. Pernyataan April menyinggung pelemahan mata uang dan kebijakan keuangan China. Kalau pernyataan resmi kali ini turut menyinggung pelemahan nilai yen dan dollar AS, penguatan yen terhadap mata uang major akan berlanjut, dan kemungkinan penguatan dollar AS terhadap high-yielders.
Pernyataan yang paling beresiko menyebabkan pergerakan besar dalam pasar forex adalah kalau intervensi akan dilakukan untuk mencegah pelemahan dollar dan yen lebih lanjut, yang akan mengakibatkan penguatan tajam dollar dan yen terhadap mata uang major. Terakhir kali intervensi ke pasar forex dilakukan terjadi pada tahun 2000. Komentar dan pernyataan para pejabat keuangan, baik pemerintah maupun bank sentral dari masing-masing negara perlu untuk disimak karena dapat mempengaruhi sentimen investor dan pergerakan. Beberapa pejabat the Fed, termasuk ketuanya Ben Bernanke, dijadwalkan berbicara dalam konferensi ekonomi yang diadakan oleh the Fed. (RISET-iwan)
Monday, October 22, 2007
Posted by Russley Futures-Administrator



