Dollar Rebound Oleh Membaiknya Data Jobless Claim
Tampak semalam (27/09) bahwa dolar memang bergerak dalam tren melemah, khususnya terhadap euro di mana dolar terus cetak rekor terendah barunya, yang sebelumnya tertekan oleh ekspektasi bahwa angka New Home Sales ini akan tunjukkan angka yang lebih rendah dari prediksi awal ekonom.
Semalam, terpantau dolar sempat jatuh ke level rekor terendahnya di 1.4189; angka tersebut menguat sebesar 74 poin dari posisi pagi di 1.4115. Namun beberapa laporan AS tunjukkan angka yang cukup melegakan sehingga dolar pun telah kembali menguat tipis dengan berada di sekitar level 1.4170.
Dilaporkan juga bahwa jumlah Jobless Claim, yang tunjukkan jumlah penduduk yang laporkan ketidakpunyaan atas pekerjaan untuk pertama kalinya, berkurang menjadi sebanyak 298,000, di luar dugaan turun dari posisi minggu sebelumnya yang sebanyak 313,000 klaim. Ekonom memprediksi masih akan terjadi peningkatan menjadi sebanyak 315,000. Adapun angka jobless claim malam ini merupakan yang terendah selama 4 bulan terakhir.
Turut diumumkan juga semalam adalah data akhir angka GDP deflator yang juga dapat digunakan sebagai salah satu indikator inflasi. Dilaporkan bahwa pada kuartal II kemarin, secara tahunan (y-y) inflasi GDP deflator turun menjadi 3.8% dari 4% pada laporan awal; angka tersebut lebih rendah dari prediksi ekonom yaitu 3.9%. Sementara secara bulanan, angka juga tunjukkan penurunan, yaitu menjadi 2.6% dari 2.7% pada laporan awal.
Pasca pengumuman tersebut dolar tampak rebound terhadap semua mata uang utama lainnya. Terhadap euro dolar kembali ke sekitar level 1.4170; terhadap yen dolar rebound hingga ke level 163.63 setelah sempat melemah hingga ke 163.23 sebelum pengumuman, oleh ekspektasi negarif terhadap data New Home sales. Hal yang sama terjadi sterling, di mana dolar rebound ke sekitar level 2.0260 dari sekitar 2.0284 sebelum pengumuman.
Tak pelak lagi kemarin (27/09) bursa AS masih terus menguat memasuki hari ke dua. Diumumkannya angka New Home Sales yang menurun hingga ke level yang lebih rendah dari prediksi para ekonom membuat pasar tampak lebih yakin bahwa The Fed masih akan menurunkan suku bunganya pada bulan depan, yaitu sebesar 25 basis poin. Menurunnya suku bunga kemudian akan menurunkan beban bunga yang harus ditanggung oleh perusahaan. (RISET-iwan)
Friday, September 28, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



