Thursday, September 27, 2007

Market Review

Dollar Terus ke Rekor Terendah Terhadap Euro, Terbuka Peluang ke $1.42

Dollar kembali melemah ke level rekor terendah barunya terhadap euro (26/09). Adapun pelemahan terjadi oleh adanya rilis data yang negatif pada data tingkat pemesanan barang-barang tahan lama (durable goods order) yang diumumkan kemarin malam pukul 19:30. Kejadian tersebut mirip dengan kemarin, di mana ekspektasi negatif atas tingkat kepercayaan konsumen dan Existing Home Sales tekan melemah dolar dari siang hari.

Sebelumnya pun pasar sudah memprediksi bahwa angka yang akan diumumkan akan tunjukkan pelemahan, sehingga semakin menunjukkan adanya tekanan perlambatan ekonomi AS. Selama 5 sesi terakhir, dolar terus melemah dan memperbarui level rekor terendahnya terhadap euro.

Terpantau kemarin siang ini dolar sempat melemah hingga ke level 1.4162 terhadap euro, kalahkan level rekor semalam yang tercetak di level 1.4154. Kini terpantau dolar tengah mengalami rebound teknikal dan berada di sekitar level 1.4146. Seorang analis dari BBH Investment Services Inc mengatakan bahwa sentimen dolar masih akan melemah, terkait dengan adanya kecemasan atas melambatnya ekonomi AS.

Surplus, Neraca Perdagangan Jepang

Surplus neraca perdagangan barang Jepang melonjak sampai 743.24 miliar yen pada bulan Agustus dari jumlah 191.7 milliar dalam periode tahun sebelumnya, demikian rilis data dari Departemen Keuangan Jepang hari Rabu kemarin (26/09). Angka ini jauh di atas dari perkiraan konsensus pasar yaitu nilai surplus sebesar 267.2 milliar Yen.

Rebound yang kuat di bulan Agustus ini tejadi setelah penurunan data neraca untuk bulan Juli yaitu 21.1%, yang merupakan kejatuhan pertama dalam sembilan bulan terakhir. Dirilis oleh Departemen Keuangan Jepang bahwa nilai ekspor meningkat 14.5% menjadi 7.03 trilliun Yen sementara import meningkat 5.7% menjadi 6.29 trilliun Yen. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis