Tuesday, September 25, 2007

Market Review

Sentimen Dollar Masih Lemah, Pasar Nantikan Data Durable Goods

Euro kembali menembus ke atas level harga baru terhadap dollar sesudah tengah hari, walau pergerakan kemudian hingga akhir sesi berada dibawah 1,4100. Pandangan ekonomi Amerika akan lebih lemah dan ada kemungkinan penurunan suku bunga lagi dari the Fed sebelum akhir tahun mempengaruhi penjualan dollar terhadap mata uang major. Hanya terhadap yen, dollar menguat, itupun karena rally-nya pada saat bursa-bursa saham Eropa dan Inggris rally sebelum sesi Amerika. Pada sesi Amerika, berbarengan dengan rally bursa saham, setelah earnings perusahaan yang lebih baik, investor memburu US Treasuries hingga harganya meningkat dan yields untuk obligasi 10 tahun turun untuk pertama kalinya dalam minggu ini. Kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah juga mempengaruhi harga minyak mentah turun berakhir di $81,62 per barel, sementara turunnya harga emas dipengaruhi teknikal yang menunjukkan kondisi overbought.

Perkiraan data ekonomi Amerika untuk pekan ini menunjang pandangan pertumbuhan ekonomi lebih lemah dari perkiraan analis dan kemungkinan adanya penurunan suku bunga lagi dari the Fed sebelum akhir tahun, dan ini mempengaruhi dollar untuk melemah lebih lanjut pada sesi Asia. Euro nyaris menemui kembali 1,4120 level tertingginya sejak diterbitkan pada 1999. Tetapi perkiraan data Eropa nanti siang memungkinkan euro untuk melemah. Sedangkan perkiraan data Inggris kemarin sore positif untuk poundsterling kembali mencapai 2,0300.

Para pejabat the Fed yang memiliki jadwal pertemuan semalam pun ternyata tak terlalu mempengaruhi pergerakan, termasuk Ben Bernanke yang kemungkinan baru disimak saat membuka konferensi the Fed Kamis tengah malam nanti. Data ekonomi dari Amerika pekan ini bisa dibagi dalam 3 kategori; data perumahan, data konsumer dan data manufaktur. Fokus berada pada Durable Goods Orders dan Consumer Confidence yang diperkirakan turun. Untuk dollar bisa memperbaiki posisinya atau rebound terhadap mata uang major, dibutuhkan pelemahan dari sisi pasangannya.

USDJPY

Membaiknya sentimen pasar global setelah keputusan the Fed untuk lebih proaktif menurunkan baik fed funds rate dan discount rate sebesar 50 basis poin menyebabkan aktifitas carry trade meningkat beriringan dengan toleransi terhadap resiko membaik. Yen melemah terhadap mata uang major. Tetapi pelemahannya terhadap dollar tertahan oleh ketidakpastian akan ekonomi Amerika dan kemungkinan penurunan suku bunga lagi oleh the Fed.

Pelemahan yen sejak keputusan the Fed lebih terasa dengan dollar Australia, dollar Selandia Baru dan dollar Kanada yang turut dipengaruhi oleh meningkatnya harga-harga komoditas metal dan minyak. Rally dollar terhadap yen pada perdagangan menjelang akhir pekan ini lebih terjadi pada sesi pagi Eropa sehubungan dengan rally bursa saham di Eropa dan Inggris. Walau ada pembelian yen pada sesi Amerika, bid akhir yen masih 76 poin diatas bid akhir periode sebelumnya dalam pergerakan sebesar 134 poin.

Jepang kemarin libur memperingati penghormatan pada masyarakat seniornya. Investor Jepang yang biasa menjual mata uangnya untuk membeli asset asing absent dalam perdagangan, sehingga kalau pelemahan dollar berlanjut bisa jadi USD/JPY akan menembus kebawah 115,00. Pagi ini dirilis notulen rapat Bank of Japan pada bulan Agustus, hasilnya tidak terlalu mempengaruhi pergerakan karena hasil rapat yang lebih baru saja masih unchanged pada 0,5%. Pasar masih memperkirakan tipis kemungkinan BOJ dapat meningkatkan suku bunganya tahun ini. Dari perkiraan data CPI Jepang Jum’at pagi nanti, kondisi deflasi masih berlangsung selama Agustus. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis