Friday, September 14, 2007

Market Review

Angka Jobless Claim di Bawah Ekspektasi, Angin Segar Bagi Dollar AS

Di tengah lemahnya sentimen yang berpihak kepada dolar pada belakangan ini,semalam (13/09) dolar sempat menguat sesaat setelah pemerintah AS umumkan data jumlah penyerahan klaim pengangguran (jobless claim) yang di bawah prediksi ekonom.

Dilaporkan semalam bahwa jumlah klaim bertambah sebesar 4000 klaim menjadi 319,000 klaim pada minggu yang berakhir pada 8 September lalu. Angka tersebut di bawah prediksi ekonom yang memprediksi akan terdapat sebanyak 325,000 klaim. Adapun jumlah jobless claim pada seminggu sebelumnya direvisi menjadi sebanyak 315,000 klaim, turun dari laporan awal yaitu sebanyak 318,000.
Pasca pengumuman tersebut tampak bahwa dolar bergerak menguat sesaat terhadap beberapa mata uang kuat lainnya. Tampak bahwa data tersebut mampu membantu memperbaiki sentimen dolar yang cenderung negatif belakangan ini, terkait dengan ekspektasi bahwa The Fed akan turunkan suku bunganya.

Terpantau juga semalam terhadap yen, dolar menguat sekitar 20 poin dari level 114.78 sebelum pengumuman menjadi 114.98 saat ini; sebelumnya dolar sempat menguat hingga ke level 115. Sementara terhadap euro dolar saat ini terpantau masih menguat dengan berada di level 1.3877, merupakan level tertingginya pada sepanjang hari kemarin.

Terhadap sterling dolar sempat menguat hingga ke level 2.0234 dari sekitar level 2.0280 sebelum pengumuman, level 2.0234 tersebut merupakan level support historikal sterling terhadap dolar, maka pasca penyentuhan level tersebut dolar terlihar sempat kembali melemah dan kini terpantau berada di level 2.0260. Jika dolar berhasil tembus level 2.0234, maka level 2.0185 adalah level support selanjutnya.

Dolar bahkan menguat terhadap swiss franch, setelah sebelumnya sempat melemah atas pengumuman bank sentral Swiss yang menaikkan suku bunganya. Terpantau saat ini dolar berada di sekitar level CHF1.1853, bangkit setelah sempat melemah ke level 1.1801 pada sekitar 45 menit sebelumnya. Nanti malam pukul 19.30, data retail sales dari AS akan menjadi fokus pasar. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis