Thursday, September 13, 2007

Market Review

Dollar AS Masih Cenderung Melemah

Setelah tiga hari berturut-turut terjadi penjualan saham akibat NFP Amerika yang lemah, kemungkinan penurunan suku bunga dari the Fed sepertinya berhasil mengurangi risk aversion, setidaknya untuk saat ini. Dengan toleransi terhadap resiko membaik, bursa-bursa saham di Eropa dan Inggris mengalami rally sejak pembukaan. Hal ini berarti meningkatnya aktifitas carry trade yen dan franc, dan mempengaruhi high-yielders untuk menguat terhadap dollar AS. Pandangan perbedaan kebijakan keuangan bank sentral juga turut mempengaruhi dollar untuk melemah. Pernyataan presiden ECB Jean Claude Trichett menenangkan pasar dan menkonfirmasi sikap hawkish ECB sehingga rally euro nyaris mencapai kembali level terkuatnya terhadap dollar sejak diterbitkan pada 1999. Fundamental tidak diperhatikan oleh pasar, dengan defisit Inggris yang lebih besar dari perkiraan tidak menimbulkan tekanan jual poundsterling yang dapat bertahan terhadap tingginya demand akan poundsterling. Rally USD/JPY dimulai menjelang sesi Amerika, walau kehati-hatian mempengaruhi rally hingga akhir sesi hanya 100 poin, lebih rendah dibanding rally cross yen.

Defisit Amerika sedikit lebih besar dibanding Juni, tidak mempengaruhi pergerakan. Begitu pula dengan pidato Bernanke mengenai ketidakseimbangan perdagangan global. Membaiknya sentimen didukung oleh penjualan obligasi pemerintah sehingga yields US Treasury 10-tahun berakhir meningkat untuk pertama kalinya dalam 3 hari. Pertemuan OPEC menghasilkan komitmen akan menaikkan produksi harian sebesar setengah juta barel, tetapi skeptisme pasar mempengaruhi harga minyak mentah bertahan disekitar level tertingginya hingga berakhir meningkat di $78,23. Di sisi lain adalah terus meningkatnya harga emas, berbarengan dengan rally bursa saham. Diburunya bentuk investasi yang lebih aman ini dipandang oleh sebagian analis pasar memperhitungkan ekonomi terbesar dunia menuju resesi. Harga emas berakhir meningkat $9,43 di $712,53 per ounce.

Setelah menguat terhadap mata uang major sebelum bursa saham dibuka tadi, kembali terjadi rally yen terhadap mata uang major juga dipengaruhi berita pengunduran diri Shinjo Abe sebagai perdana menteri Jepang. Sentimen pasar menjadi positif yen karena harapan kondisi politik lokal Jepang akan lebih baik dan stabil di masa pemerintahan perdana mentri berikutnya yang kemungkinan besar akan ditunjuk oleh partai yang menguasai parlemen. Tetapi rally yen ini dilihat hanya bersifat sementara, dan pergerakan yen kembali akan ditentukan oleh sentimen dan performa bursa saham di Eropa, Inggris dan Amerika. Dollar juga melemah lebih lanjut terhadap euro dan poundsterling dipengaruhi perbedaan kebijakan keuangan bank sentral menjelang dibukanya bursa saham Eropa yang diperkirakan dibuka variasi. Rally euro mencapai level tertinggi baru terhadap dollar sejak euro terbit pada 1999 di 1,3878. Analis memperkirakan pergerakan dollar hingga Retail Sales Amerika Jum’at malam akan cenderung melemah terhadap mata uang major, kecuali terhadap yen. Fundamental Inggris memiliki kesempatan yang lebih baik mempengaruhi pergerakan daripada neraca perdagangan kemarin, terutama kalau hasil data nanti jauh beda dari perkiraannya yang positif bagi poundsterling.

Dari Amerika, hanya indeks mingguan yang akan dirilis. Bisa mempengaruhi sentimen dengan negatif kalau hasil data aplikasi mortgage minus cukup besar dibarengi dengan berita negatif perusahaan mortgage/hedge funds. Persediaan pemerintah AS akan minyak mentah dan bensin mungkin akan dirilis malam ini. Spekulasi atau hasil dibawah ekspetasi akan menyebabkan harga minyak mencapai level tertinggi baru. Tadi pagi pukul 04.00 WIB Reserves Bank of New Zealand mengumumkan tidak ada perubahan tingkat suku bunga yakni pada 8,25%.Pernyataan hawkish atau bahkan kenaikan suku bunga akan mempengaruhi diburunya dollar Selandia Baru dan dollar Australi. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis