Sterling Bearish : Sentimen Negatif Sektor Kredit
Pergerakan nilai tukar sterling pada perdagangan kemarin siang (04/09) terpantau mengalami penurunan terhadap dolar dan yen. Penurunan sterling tersebut dipicu oleh menyebarnya kekhawatiran krisis sub prime ke daratan Eropa, terutama Inggris. Kondisi bursa yang masih belum sepenuhnya pulih mengakibatkan aksi carry trade yen berkurang, sterling pun memperoleh imbas atas hal tersebut.
Analis mengatakan bahwa saat ini kondisi sterling masih sangat labil. Berita dan spekulasi tentang memburuknya sektor kredit akan langsung memberikan tekanan terhadap pergerakan mata uang Inggris ini. Di samping itu, tingginya biaya pinjaman saat ini diperkirakan akan memaksa BOE untuk tidak menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat.
Saat ini sterling terpantau mengalami penurunan pada level 2.0156 terhadap dolar AS. Kemarin sterling ditutup pada level 2.0140 terhadap dolar. Sterling-yen juga mengalami penurunan menjadi 233.16 dari 234.07 pada perdagangan kemarin. Sementara itu, terhadap euro, mata uang ini cenderung flat, tetap pada level 67.49 euro.
Aussie Menguat Disupport Data GDP yang Solid
Penutupan perdagangan di Australia kemarin membawa aussie menguat cukup tajam (04/09). Menguatnya nilai tukar mata uang Australia ini terjadi setelah rilis data GDP Q2 di negara tersebut menunjukkan peningkatan yang melebihi perkiraan semula. Dengan meningkatnya GDP Q2 tersebut, kemungkinan RBA untuk meningkatkan suku bunga semakin terbuka lebar.
Pada akhir perdagangan sesi Australia, aussie terpantau berada pada level 0.8262/66. Penutupan hari ini menguat jauh dari penutupan hari sebelumnya, yang hanya terpantau pada level 0.8224/29. Pada sesi perdagangan hari ini, aussie terpantau mengalami pergerakan pada kisaran 0.8238 – 0.8271.
Analis mengatakan bahwa liburnya bursa AS untuk memperingati hari buruh kemarin lusa juga turut membantu memberikan support bagi pergerakan aussie. Dengan liburnya bursa AS, para pelaku pasar dapat benar-benar fokus terhadap kondisi fundamental makroekonomi di negara tersebut, dibandingkan kondisi yang dipengaruhi dari luar negeri. (.SAXOBANK/RISET-iwan)
Wednesday, September 05, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



