Monday, August 06, 2007

Review Market

Dollar Jatuh, Non Farm Payroll Jauh di Bawah Ekspetasi

Dilaporkan Jum'at lalu (03/08) oleh Departemen Tenaga Kerja AS bahwa jumlah penambahan lapangan kerja di luar sektor pertanian (Non-Farm Payroll) pada Juli adalah sebanyak 92,000; angka tersebut jauh menurun dibandingkan dengan penambahan pada Juni yang sebanyak 132,000 pekerjaan, juga di bawah konsensus ekonom yang memprediksi pertambahan akan sebanyak 130,000 pekerjaan. Pasca pengumuman tersebut dolar drastis melemah ke semua mata uang kuat lainnya. Terhada sterling, dolar sesaat melemah sebesar 42 poin ke level 2.0380 dari 2.0338 sebelum pengumuman; terhadap euro dolar turun 36 poin ke level 1.3721 dari 1.3685. Sementara terhadap yen, dolar melemah ke level 118.85 dari 119.25 sebelumnya, turun 40 poin. Turut diumumkan malam ini adalah bahwa tingkat pengangguran AS pada Juli naik menjadi sebesar 4.6% dari 4.5% pada Juni, juga lebih tinggi dari konsensus ekonom yang memprediksi tingkat pengangguran akan tetap di level 4.6%.Di tengah kecemasan atas krisis di sector kredit AS, data malam ini menambah sentimen negatif terhadap dolar. Semakin tinggi tingkat pengangguran menunjukkan akan semakin sedikit tingkat konsumsi masyarakat AS, yang pada akhirnya dapat mendorong penurunan pada pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi, sehingga memperkecil kemungkinan The Fed untuk terus naikkan suku bunga dalam waktu dekat ini.

ECB dan BoE
Seperti yang telah diperkirakan, baik Bank of England maupun the European Central Bank mengakhiri rapat kebijakannya tanpa melakukan perubahan pada tingkat suku bunganya. Diluar dugaan majoritas, ECB mengadakan konferensi pers sesudah akhir rapat. Presiden ECB Jean Claude Trichett memberikan tanda akan ada peningkatan suku bunga bulan depan, walau rally euro terbatas karena tidak adanya pernyataan ‘interest rate is still accomodative’. Dollar melemah terhadap euro dan poundsterling dengan lebih berarti setelah pesanan pabrik di Amerika pada bulan Juni yang hanya 0,6% mengecewakan mereka yang telah mengharapkan adanya peningkatan sebesar 1%. Pergerakan dipengaruhi fundamental ini memberikan gambaran risk aversion sedikit berkurang, walau masih ada pembelian US Treasuries hingga yields menjadi -2. Volatiliti dalam bursa saham di Amerika masih tinggi dengan perubahan arah terjadi beberapa kali sepanjang perdagangan, dan gelombang pembelian saham pada jam terakhir menyebabkan 3 indeks utama berakhir di daerah positif. Hanya terhadap yen dollar AS berakhir menguat karena adanya peningkatan aktifitas carry trade.

Pergerakan hingga tengah hari (03/08) bervariasi dalam range sempit. Ada kemungkinan pengaruh sentimen kembali berkurang sehingga pergerakan akan kembali berdasar fundamental. Walau demikian volatiliti pada bursa saham Asia masih tinggi, sehingga perlu diwaspadai adanya risk aversion pada sesi Eropa dan Amerika yang bisa mempengaruhi pergerakan tajam mendadak. Sore ini akan dirilis industrial production indeks pengukur aktifitas sektor industri di Eropa dan Inggris yang perkiraannya positif bagi euro dan poundsterling karena masih mengindikasi kondisi ekspansi. (RISET)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis