Dollar masih dalam Range, Setelah Mixed Data A.S
Pada awal sesi Asia kemarin, dollar dan yen menguat terhadap mata uang major. Tetapi pergerakannya kemudian menggambarkan pengejaran yields yang lebih besar walau kondisi bursa saham masih belum stabil. Para institusi investasi Jepang dengan dana senilai \180 milyar melakukan penjualan yen terhadap high yielders sejak bursa saham di Asia Tenggara dibuka. Hal ini mempengaruhi euro dan poundsterling rally terhadap dollar walau berlangsung penjualan dalam bursa saham di Eropa dan Inggris pada sesi pagi Eropa karena berita perusahaan hedge fund Inggris Cheyne Financial kemungkinan akan menjual asset-nya sekitar $6 milyar untuk mengatasi kerugian obligasi sub-prime.
Rally bursa Amerika mempengaruhi bursa saham Inggris dan Eropa untuk rally walau euro dan poundsterling masih terus menguat. Sedikit pembelian dollar terjadi terhadap euro dan poundsterling setelah bursa Eropa dan Inggris ditutup. Pasar komoditas bereaksi terhadap data persediaan minyak mentah dan bensin yang turun jauh lebih tajam. Minyak mentah untuk kontrak bulan September kembali menembus keatas $73 per barel. Naiknya minyak dan bensin mempengaruhi harga-harga komoditas lainnya turut meningkat, sehingga semakin mempertajam rally para mata uang komoditas seperti dollar Australi, dollar Selandia Baru dan dollar Kanada.
Rally bursa saham Amerika mempengaruhi yields US Treasuries 10 tahun naik sekitar 5 bp walau yields untuk obligasi pemerintah AS jangka pendek masih menurun. Untuk saat ini, fed funds futures memperkirakan 54% the Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bp pada rapat kebijakan bulan depan, kemungkinan 46% penurunan sebesar 50 bp dan kemungkinan 44% penurunan suku bunga akan dilakukan hingga 4,50% pada akhir tahun.
Penjualan ritel di Jepang untuk bulan Juli turun lebih tajam dibanding perkiraannya. Data ini mengindikasi tingkat pembel-anjaan konsumer masih akan rendah, sehingga semakin memperkuat pandangan Bank of Japan sebaiknya menunda rencana peningkatan suku bunganya. Selain itu, perkiraan data CPI juga masih menunjukkan keadaan deflasi masih berlangsung baik di Tokyo maupun seluruh Jepang. Ada kemungkinan dollar AS akan cenderung menguat terhadap mata uang major hari ini dipengaruhi spekulasi mengenai data ekonomi Amerika nanti malam. Baik GDP ataupun tingkat belanja konsumen (Personal Consumption Expenditure) memiliki perkiraan yang mendukung dollar untuk rally.
Penghitungan kedua tingkat pertumbuhan ekonomi Amerika diperkirakan menghasilkan revisi , dari 3,4% menjadi 4,1%, laju pertumbuhan yang lebih cepat. Sementara indeks pengukur tingkat konsumsi masyarakat diperkirakan menunjukkan pembelanjaan masih mendukung pertumbuhan ekonomi dengan meningkat menjadi 1,5%. Hasil yang sesuai dengan perkiraan bagus untuk dollar, apalagi kalau hasilnya sampai lebih tinggi dari perkiraannya, bisa memperkuat pandangan the Fed masih akan mempertahankan tingkat suku bunga 5,25% bulan depan.
Cukup banyak data dari Inggris, dan keseluruhan perkiraannya masih cukup bagus untuk poundsterling, masih mendukung peningkatan suku bunga dari Bank of England. Tetapi kalau hasil data berhubungan dengan perumahan lebih rendah dari bulan sebelumnya bisa negatif bagi poundsterling. (RISET-iwan)
Friday, August 31, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



