Thursday, August 30, 2007

Market Review

Dollar Dropped Terhadap Sterling dan Euro, Kinerja Bursa Efek Tentukan Arah Selanjutnya

Setelah sempat menguat didorong oleh kecemasan akan merebaknya dampak krisis subprime ke perekonomian Eropa, sampai kemarin (29/08) dolar tampak kembali bergerak melemah atas adanya spekulasi bahwa The Fed akan turunkan suku bunganya dalam rangka membatasi merembetnya dampak dari krisis ke perekonomian AS secara lebih luas. Atas tidak adanya data yang dirilis semalam, kinerja bursa mungkin akan mempengaruhi pergerakan nilai tukar.

Khususnya terhadap sterling, pelemahan tampak berjalan lebih cepat karena turut didorong oleh ekspektasi bahwa Inggris masih akan menaikkan suku bunganya pada tahun ini.
Data lusa lalu yang tunjukkan menurunnya indeks kepercayaan konsumen ke level terendah 1 tahun, dan notulensi rapat The Fed dari rapat mereka pada 7 Agustus lalu yang menyatakan bahwa penurunan suku bunga fed fund rate baru akan dilakukan ketika sinyal kuat bahwa dampak krisis subprime mulai mengancam kondisi makroekonomi sempat mengguncang kinerja bursa AS hingga ditutup anjlok lebih dari 2%.

Kinerja merah yang diikuti oleh bursa Eropa membuat sentimen lebih berpihak kepada dolar yang bergerak menguat hingga pagi tadi, karena memegang dolar merupakan pilihan yang paling “baik dari yang terburuk” alternatif yang ada. Namun kembali munculnya isu bahwa melihat kondisi seperti ini The Fed tidak akan menunda pemotongan suku bunganya, dolar mulai kembali melemah pada sore kemarin tadi dan masih berlanjut hingga saat ini.

Terpantau saat ini dolar tengah berada di level 1.3652 terhadap euro. Dolar telah menembus level resisten Fibonacci 61.8% di level 1.3595 dan historical di 1.3622, maka level resisten selanjutnya adalah level fibonacci 100% di 1.3680.

Terhadap sterling dolar kini berada di level 2.0137, melemah 147 poin dari level pagi kemarin di 1.9990. Adapun sterling kini tengah mendekati level resisten fibonacci 100% di level 2.0157; jika level tersebut tertembus, mungkin sterling akan mencoba untuk tembus level resisten historikalnya di level 2.0190.

Sementara terhadap yen, dolar mulai tampak kembali menguat dan saat ini terpantau dolar tengah berada di level 114.94, setelah sebelumnya sempat naik hingga ke level 115.06, level resisten (fibonacci 38.2%) di level 114.98 tampaknya cukup kuat untuk menahan terus melajunya dolar terhadap yen. Dari posisi saat ini, level resisten dolar terdekat dolar adalah di level 114.98 lalu 115.30, sementara 114.57 akan menjadi level support terdekat (fibonacci 23.6%).

Kinerja buras saham mungkin akan lebih pengaruhi pergerakan nilai tukar. Adapun dalam rangka membaca arah kebijakan suku bunga pada September nanti, pidato Ben Bernanke di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat minggu ini. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis