USD Masih Bullish Di Tengah Kekhawatiran Sub Prime
Risk aversion dalam pasar finansial masih rentan, dan sentimen negatif terhadap masalah kredit sub-prime kembali mempengaruhi bursa saham di Eropa dan Amerika mengalami koreksi, yang berarti unwinding carry trade dan pembelian dollar karena faktor flight to safety. Menguat terhadap euro dan poundstering, dollar AS melemah terhadap yen. Dengan liburnya bursa ekuitas dan valuta Inggris karena Summer Bank Holiday, likuiditas lebih berkurang dengan range pergerakan euro dan poundsterling jauh dibawah rata-rata.
Kemungkinan Barclay Bank akan terseret masalah defaults kredit sub-prime Amerika melalui klien terbesar mereka, Landesbank Sachsen, mempe-ngaruhi sentimen negatif pada sesi Eropa. Pelemahan euro terhadap dollar juga dipengaruhi oleh pernyataan presiden ECB Jean Claude Trichett yang kurang hawkish sehingga mengaburkan kemungkinan peningkatan suku bunga bulan depan. Indeks Existing Home Sales sedikit lebih baik dari perkiraan, tetapi detil laporan menunjukkan jumlah rumah yang tidak terjual merupakan yang tertinggi sejak 1991 dan harga rumah rata-rata turun 0,6%. Dollar AS menguat terhadap euro dan poundsterling setelah data. Penjualan bursa saham di Amerika kemudian lebih dipengaruhi oleh profit taking setelah rally minggu lalu dipicu oleh berita pengurangan prediksi earnings Countrywide Financial oleh Lehman Brothers.
Pasar fed funds futures memperkirakan 96% kemungkinan the Fed akan menurunkan suku bunganya bulan depan, walau semakin banyak yang melihat the Fed baru akan mengendurkan kebijakannya bulan Oktober, karena penyuntikkan dana dan penurunan discount rate untuk sementara berhasil mensta-bilisasi pasar.
Hingga tengah hari kemarin waktu Tokyo, yen dan dollar meneruskan rallynya terhadap mata uang major, dan volatitliti cukup tinggi dalam bursa saham Asia. Ada kemungkinan berita Barclays Bank mengalami masalah sub-prime melalui salah satu klien utamanya akan mempengaruhi bursa Inggris mengalami koreksi, sehingga ada kemungkinan carry trade unwinding akan memberikan tekanan jual pada poundsterling walau jumlah pinjaman untuk pembelian rumah selama bulan Juli menurut the British Banker Association lebih baik dari 75,300 pinjaman pada bulan Juni.
Dari Eropa, fokus data berada pada IFO Jerman, yaitu hasil survei institute IFO mengenai sentimen para pengusaha Jerman terhadap kondisi ekonomi dan iklim bisnis. Guncangan dalam bursa saham dan credit crunch diperkirakan mempengaruhi deteriorasi sentimen para pengusaha yang ekonominya paling besar diantara negara-negara pengguna euro. Hal ini negatif bagi euro, apalagi kalau penghitungan kedua CPI Jerman untuk bulan Agustus sesuai dengan perkiraan menunjukkan keadaan deflasi, sehingga semakin memperkuat pandangan peningkatan suku bunga dari ECB tahun ini telah berakhir.
Data perumahan yang dikompilasi oleh S&P/Case Shiller kemungkinan akan lebih diperhatikan dari biasanya karena kekuatiran akan sub-prime kembali mempengaruhi sentimen pasar. Selain itu, indeks pengukur tingkat konfiden konsumer bulan Agustus juga fokus data nanti malam, karena semakin rendah tingkat konfiden bisa mempengaruhi menurunnya tingkat pembelanjaan. Selama ini pembelanjaan masyarakat merupakan salah satu tiang pendukung pertumbuhan ekonomi Amerika, sehingga konfiden yang lebih rendah dari perkiraan bisa menyebabkan risk aversion kembali. Notulen rapat Federal Open Market Committee pada awal Agustus mungkin tidak terlalu mempengaruhi pergerakan, karena koreksi tajam bursa saham global akibat risk aversion skala besar terjadi. (.REUTERS/RISET/iwan)
Wednesday, August 29, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



