Rapat The Fed : Momentum Bagi Dollar
Fundamental Amerika mempengaruhi sentimen pasar sehingga toleransi investor terhadap resiko membaik. Diluar perkiraan, pesanan akan barang-barang tahan lama (bisa bertahan lebih dari 3 tahun) selama bulan Juli di pabrik-pabrik meningkat 5,9%, bahkan tanpa menghitung pesanan kendaraan juga meningkat jauh lebih baik dari perkiraannya. Sentimen pasar semakin membaik setelah indeks pengukur jumlah rumah baru yang terjual hingga Juli juga meningkat. Dengan begitu, sepertinya kondisi ekonomi Amerika tidak seburuk perkiraan para analis, walau pada bulan Juli belum terjadi risk aversion karena credit crunch yang mempengaruhi bursa saham global turun tajam. Seharusnya dengan fundamental yang begitu bagus terjadi rally dollar AS terhadap mata uang major.
Tetapi pergerakan valuta akhir-akhir ini lebih dipengaruhi oleh resiko, sehingga dengan toleransi yang lebih baik terhadap resiko risk aversion menjadi berkurang, yang berarti meningkatnya carry trade bersamaan dengan rallu bursa saham dan diburunya high-yielders sehingga dollar melemah terhadap euro, poundsterling, dollar Australi dan dollar Selandia Baru. Dollar AS hanya menguat terhadap yen, bersamaan dengan rally bursa saham Amerika. Melemahnya dollar AS terhadap hampir semua mata uang major menyebabkan demand akan emas meningkat, sehingga harga emas berakhir naik $8,5 menjadi $$668,60 per ons. Pandangan ekonomi Amerika tidak sedang menuju resesi memungkinkan konsumsi bensin mendatang akan lebih baik, sehingga menyebabkan harga minyak mentah yang diperdagangkan di Nymex untuk kontrak September berakhir meningkat $71,09 per barel.
Setelah mencapai level tertinggi baru dalam seminggu terhadap dollar, sedikit retracement terjadi pada euro, poundsterling dan dollar Australi. Dengan liburnya London yang merupakan pasar valuta terbesar untuk memperingati Summer Bank Holiday, ada kemungkinan pergerakan dollar dengan pasangannya dalam konsolidasi hingga menjelang sesi Amerika. Sebelum data Amerika, fokus mungkin berada pada performa bursa Eropa dan pidato presiden European Central Bank Jean Claude Trichett pada 20:00 wib. Pasar masih menantikan konfirmasi lebih lanjut mengenai rencana peningkatan suku bunga ECB bulan depan. Setelah New Home Sales Jum’at lalu, ada kemungkinan indeks pengukur jumlah rumah bukan baru yang terjual hingga Juli sesuai dengan perkiraan atau bahkan lebih baik, sehingga memungkinkan sentimen pasar semakin membaik.
Data Amerika pada awal pekan ini merupakan data perumahan dan notulen rapat terakhir FOMC pada 7 Agustus. Ada kemungkinan notulen Rabu dini hari ini akan memberikan pandangan mengenai sikap para anggota the Fed sehingga langkah penurunan discount rate dilakukan 10 hari kemudian. Notulen ini akan melemahkan dollar kalau majoritas anggota pesimis terhadap kondisi ekonomi mendatang, karena memperbesar kemungkinan penurunan suku bunga. Perkiraan data Amerika menjelang akhir pekan positif bagi dollar. Hari Kamis, penghitungan kedua hasil GDP dan kenaikan tingkat konsumsi Amerika untuk kuartal kedua diperkirakan lebih tinggi.
Perkiraan data yang dirilis Jum’at juga positif untuk dollar, dengan Personal Spending dan indeks pengukur inflasi favorit the Fed, Personal Consumption Expenditure mendukung the Fed untuk masih mempertahankan tingkat sukubunganya. Tetapi kemungkinan kebijakan keuangan the Fed mungkin akan lebih jelas dari ketua the Fed Ben Bernanke yang akan berpidato dari Wyoming. Pidatonya mengenai masalah perumahan ini diharapkan menjelaskan kemungkinan langkah yang akan dilakukan oleh the Fed dalam menangani masalah sub-prime dan credit crunch. Bahkan minoritas melihat the Fed bisa mengumumkan penurunan suku bunga pada even ini. Tetapi sebagian besar melihat the Fed tidak akan merubah kebijakan sebelum rapat FOMC 18 September mendatang. (RISET-iwan)
Tuesday, August 28, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



