Geliat Dollar Soal Data New Home Sales
Aktifitas carry trade kembali meningkat sehubungan dengan rally bursa saham Asia dan Eropa. Risk aversion berkurang setelah Bank of America membeli saham perusahaan pemberi KPR (mortgage) terbesar di Amerika, Countrywide Financial Corp, senilai $2 milyar. Pembelian saham preferensi ini menepis kemungkinan CFC menuju kebangkrutan sehingga memper-baiki sentimen pasar. Keputusan Bank of Japan untuk menunda peningkatan suku bunganya juga mempengaruhi investor menggu-nakan carry trade yen untuk berinvestasi. Rally bursa saham Inggris pada awal sesi Eropa menyebabkan GBP/JPY naik hampir 300 poin dalam sejam sehingga mempengaruhi pound-sterling untuk rally terhadap dollar, dan dollar menguat terhadap yen.
Perbedaan kebijakan bank-bank sentral turut mempengaruhi dollar AS melemah terhadap euro dan poundsterling. Setelah menyun-tikkan dana sebesar € 40 milyar ke sistem perbankan Eropa, the European Central Bank mengeluarkan press release yang menkonfirmasi ECB masih akan meningkatkan suku bunganya bulan depan. Spekulasi Bank of England masih akan meningkatkan suku bunganya tahun ini turut mempengaruhi pembelian pound-sterling menembus keatas 2,0000 pada sesi pagi Eropa. Tetapi risk aversion kembali mempengaruhi penjualan di bursa saham Amerika, sehingga unwinding carry trade terjadi dengan euro dan poundsterling cenderung melemah terhadap dollar.
Dalam wawancaranya dengan CNBC, Chief Executive CFC Angelo Mozillo menyatakan masalah likuiditas masih setumpuk dan lemahnya sektor perumahan bisa menyebabkan ekonomi Amerika mengalami resesi. Penjualan saham mempengaruhi sebagian dana beralih ke obligasi pemerintah sehingga yields US Treasury 10 tahun berakhir turun 2 poin. Tidak terjadi risk aversion dalam skala besar dengan sentimen membaik sore hari waktu New York sehingga pembelian saham menyebabkan indeks DJIA berhasil mengurangi sebagian besar negatifnya. Pada akhir sesi perdagangan, dollar AS menguat terhadap yen, dan melemah terhadap euro dan high-yielders.
Perdebatan mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh the Fed untuk membantu ekonomi Amerika mungkin bisa mempengaruhi sentimen pasar. Bahkan sebagian melihat pemerintah harus turun tangan membantu bank sentral menangani masalah kredit perumahan.Mereka berpendapat, penurunan suku bunga hanya akan melemahkan dollar AS, dan walau the Fed menurunkan Fed Funds Rate hingga 300 basis poin pun belum tentu akan mempengaruhi perusahaan pemberi kredit kepemilikan rumah (KPR) untuk mengikuti aturan menurunkan suku bunganya, sehingga para peminjam KPR masih akan kesulitan melunasi hutangnya.
Minoritas ini berpendapat pemerintah sebaiknya turut membantu para peminjam KPR agar bisa melunasi rumah mereka. Pergerakan valuta sepertinya masih dipengaruhi sentimen pasar yang berubah-ubah seiring dengan perkembangan berita, dan sepertinya keadaan seperti ini akan terus berlanjut hingga pasar mendapatkan kepastian menge-nai seberapa buruk dampak sub-prime dan kepastian mengenai arah ekonomi. Majoritas pasar melihat the Fed akan menurunkan suku bunganya hingga 75 basis poin sebelum akhir tahun, walau skenario pelaksanaan berbeda-beda. (RISET-iwan)
Monday, August 27, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



