Friday, August 24, 2007

Market Review

Dollar Menguat Terhadap Yen, Trend atau Koreksi?

Kemarin, Kamis, 23/08, dollar kembali menguat terhadap mata uang Yen seiring dengan pasar saham global yang mulai normal . Namun nilai tukar mata uang Amerika ini masih lemah terhadap mata uang mayor lainnya. Menguatnya Dollar terhadap Yen membawa dollar mencapai level 115.06 pada peutupan pasar Amerika semalam dari level 114 .44 pada penutupan pasar Amerika.

Hal ini kembali menggairahkan para pelaku pasar untuk mengadakan aksi carry trade yaitu dengan tujuan untuk pengelolaan resiko Yaitu menjual yen yang suku bunga pinjamannya rendah dan membeli asset2 dalam dollar yang memiliki tingkat yield lebih tinggi. Melihat hal ini bank sentral Jepang telah mengadakan pertemuan 2 hari untuk memutuskan apakah tingkat suku bunga Jepang 0.5% ini akan dinaikkan .sesuatu yang memang diharapkan sebelum Amerika dilanda gelombang krisis pinjaman subprime yang juga menarik pasar saham global tenggelam beberapa minggu terakhir. Ketakutan akan pasar kredit Amerika ini disisi lain mengangkat saham2 Jepang yaitu aksi investor yang menjual saham2 bursa Amerika dan membeli saham2 Jepang.Namun ini tidak berlangsung lama dikarenakan intervensi Federal Reserve untuk menyelamatkan kerusuhan pada sector pinjaman.

Disamping itu keempat bank terbesar di Amerika , Citigoup, JP Morgan Chase & Co, Bank of America Corp. dan Wachovia Corp. juga mengadakan intervensi dengan melakukan pinjaman dari Bank Sentral dengan suku bunga discount. Pergerakan selanjutnya adalah keputusan dari the Federal Reserve yang menurunkan tingkat suku bunga pinjaman dari 6.25% menjadi 5.75%.
Dipihak lain tampak Euro dan Poundsterling mengalami penguatan. Euro menguat dari $1.3468 ke $1.3588 pada Kamis lalu dan Poundsterling dari $1.9919 ke $2.0092. Hal ini membuat analis menyimpulkan bahwa saat pasar pinjaman Amerika mengalami guncangan adalah momentum bank sentral inggris dan eropa menahan tingkat suku bunganya untuk bebrapa bulan lamanya.Dimana menaikkan tingkat suku bunga merupakan senjata terakhir yang digunakan bank sentral untuk mengendalikan inflasi untuk menarik minat investasi pada mata uang. (RISET/iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis