Wednesday, August 22, 2007

Market Review

Bernanke vs Komite Perbankan

Langkah penurunan discount rate the Fed dan perubahan pernyataan bahwa pertumbuhan ekonomi menjadi fokus kebijakan mendatang memperbaiki sentimen pasar, setidaknya untuk sementara, sehingga dengan berkurangnya risk aversion pembelian saham kembali terjadi, terutama pada sesi Asia, dan menjelang akhir sesi perdagangan Amerika. Dengan begitu, carry trade kembali menjadi pilihan sumber dana untuk pembelian saham dan obligasi. Carry trade adalah aktifitas yang memanfaatkan perbedaan tingkat suku bunga, yaitu meminjam dana dalam mata uang yang tingkat suku bunganya rendah (low yielders) kemudian membeli mata uang yang memiliki tingkat suku bunga lebih tinggi, baik untuk spekulan nilai mata uang atau untuk membeli asset dalam mata uang tersebut.

Hal ini menyebabkan yen kembali melemah karena tingkat suku bunga Bank of Japan yang hanya 0,5% merupakan yang terendah diantara negara-negara industri. Dollar AS juga melemah terhadap high-yielders, seperti dollar Australia, dollar Selandia Baru dan poundsterling Inggris karena rally bursa saham di ketiga negara tersebut. Pasar juga merubah kemungkinan kenaikan suku bunga dari Bank of England, kembali meningkat setelah pertahanan BOE untuk tidak menyuntikan dana dan fundamental Inggris mendukung masih ada pengetatan kebijakan sebelum akhir tahun ini. Euro berakhir tidak banyak berubah terhadap dollar AS dalam range sempit, karena pasar masih menantikan konfirmasi rencana kebijakan bank sentral.
Sentimen pasar dan performa bursa saham sepertinya masih akan mempengaruhi pergerakan pasar valuta, walau pada akhirnya fundamental akan lebih menentukan. Volatilitas tinggi baik di bursa saham maupun valuta masih akan berlangsung. Tidak ada data ekonomi dari Inggris. Untuk euro ada hasil survei ZEW mengenai sentimen para analis terhadap ekonomi Jerman dan zona Eropa saat ini dan mendatang. Masalah kredit perumahan Amerika, credit crunch dan gejolak dalam bursa saham menyebabkan sentimen para analis diperkirakan memburuk, sehingga negatif bagi euro. Tetapi indeks data lainnya mungkin membatasi penurunan euro, selain kemungkinan tekanan jual dollar AS.

Fokus kemungkinan berada pada pertemuan tertutup antara ketua the Fed Ben Bernanke, menteri keuangan Henry Paulson dan ketua komite perbankan Senat Christopher Dodd. Pertemuan ini akan mendiskusikan volatiliti dalam pasar dan implikasinya ke ekonomi Amerika. Mungkin bank sentral akan melakukan tindakan lebih lanjut untuk menstabilisasi ekonomi dan sektor perumahan. Ada beberapa kemungkinan langkah; pertukaran mata uang asing, perubahan persyaratan kolateral dan pinjaman langsung ke bank-bank. Tetapi, hanya penurunan suku bunga (Fed Funds Rate) yang akan dapat menenangkan sentimen pasar. Spekulasi penurunan suku bunga akan dilaksanakan sebelum jadwal rapat kebijakan 18 September dapat memberikan tekanan jual pada dollar AS. (.REUTERS/RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis