Friday, August 17, 2007

Market Review

Yen Menguat, Penguatan Tertinggi Hampir 9 Tahun

Pergerakan bursa AS yang terus merah semalam (17/08) makin pacu aksi penarikan dana carry trade, yang mayoritas berasal dari dana pinjaman Jepang. Tengah malam, yen sempat menguat hingga tinggalkan level 111 terhadap dolar, dan nyaris lewati 150 terhadap euro, merupakan yang tertinggi sejak Oktober 1998, hampir 9 tahun lalu.

Terus anjloknya kinerja bursa global membuat arus balik carry trade terus berlangsung, guna menyelematkan diri dari resiko kerugian yang lebih besar. Atas dorong tersebut, yen menjadi mata uang terkuat dari yang aktif diperdagangkan malam ini. Pada Agustus 1998, arus balik carry trade juga pernah melaju, dipicu oleh gagal bayarnya utang Rusia. Pada saat itu yen menguat sebesar 20% hanya dalam waktu kurang dari 2 bulan.
Dalam model pasar yang tengah panik, yen sempat menguat hingga ke level 111.00 terhadap dolar, menguat sebesar 3.4%, 6.7% tertinggi sejak pada Oktober 1998 lalu. Sementara terhadap euro yen sempat menguat hingga ke level 150.00, tertinggi sejak November tahun lalu. Terakhir kini yen tengah berada di level 113.75 terhadap dolar dan 151.39 terhadap euro.

Selama dua bulan terakhir, yen sempat melemah ke level rekor terendah terhadap euro, yaitu di level 168.99 pada 23 Juli, dan ke level terendah sejak Desember 2002, yaitu di level 124.13 per dolar pada 22 Juni. Seorang analis memprediksi bahwa kemungkinan penguatan yen akan sampai tembus level 111 per dolar AS, selama kondisi pasar global masih limbung seperti saat ini.
Data Housing Start Jatuh, Dibawah Ekspetasi
Dilaporkan juga semalam (16/08) bahwa jumlah izin pendirian bangunan (building permit) dan dimulainya pembangunan rumah milik penduduk (housing start) menurun secara signifikan. Jumlah housing start turun sebesar 6.2% pada Juli, sementara building permit turun sebesar 2.8%.
Tercatat bahwa pada Juli lalu jumlah rumah yang mulai dibangun adalah sebesar 1.38 juta unit, turun dari 1.47 juta unit pada Juni. Sementara izin pendirian bangunan juga turun menjadi sebanyak 1.37 juta unit, dari 1.41 juta unit pada Juni. Adapun kedua angka tersebut di bawah level prediksi ekonom yang masing-masing sebesar 1.41 juta unit dan 1.40 unit. Turut diumumkan bahwa jumlah jobless claim yang bertambah sebanyak 322,000 dari 316,000 pada minggu sebelumnya.

Pasca pengumuman, dolar tampak bergerak melemah baik terhadap sterling maupun euro. Terhadap euro dolar melemah sebesar 24 poin ke level 1.3424 dari 1.34 sebelum pengumuman; sementara terhadap sterling dolar melemah ke level 1.9855 dari 1.9835 sebelumnya. Adapun dolar tampak telah mengalami tekanan koreksi sejak sore tadi, di mana dolar semapt menguat hingga ke level 1.3360 dan 1.9796. (.REUTERS/RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis