Thursday, August 16, 2007

Market Review

Votting BOE Untuk Tetapkan Suku Bunga 9:0, Sterling tetap Melemah

Fundamental Eropa dan Inggris yang lemah mempengaruhi pengurangan euro dan poundsterling yang berlanjut sepanjang sesi perdagangan. Pelemahan tajam poundsterling menyebabkan GBP/USD menembus dibawah level 2,0000 untuk pertama kalinya dalam 7 minggu. CPI dan RPI Inggris menunjukkan kondisi deflasi berlangsung selama bulan Juli, dengan begitu pandangan peningkatan suku bunga dari Bank of England telah berakhir semakin kuat, sementara rally poundsterling sejak akhir Juni hingga mencapai 2,0646 merupakan spekulasi mengenai pengetatan kebijakan BOE. Pelemahan euro disebabkan oleh tingkat pertumbuhan ekonomi (GDP) Jerman dan zona Eropa untuk kuartal kedua lebih rendah, ditambah dengan deflasi Perancis yang semakin besar, semakin kuat kemungkinan peningkatan suku bunga bulan depan oleh ECB merupakan yang terakhir.

Penjualan saham kembali terjadi di Eropa dan Amerika, sehingga pelemahan euro dan poundsterling terhadap dollar turut dipengaruhi oleh tekanan jual dari unwinding carry trade cross yen. Kekuatiran akan credit crunch akibat defaults dalam sektor kredit perumahan Amerika masih menjadi penyebab koreksi bursa saham. Tetapi koreksi 207 poin pada indeks DJIA kali ini tidak mempengaruhi adanya pengucuran dana dari the Fed. Padahal kemarin merupakan jadwal regular dimana the Fed biasanya membeli kembali Treasuries dari bank-bank untuk sementara. Selain itu, Reserves Bank of Australia dan Bank of Japan malah melakukan sedikit pengurasan dari sistem perbankan masing-masing. Tindakan ini memberikan kemungkinan bank-bank sentral melihat keadaan pasar dan likuiditas mulai balik ke keadaan normal. Unwinding carry trade kembali menyebabkan yen merupakan satu-satunya mata uang yang menguat terhadap dollar AS.

Poundsterling dan euro masih berada dalam tekanan jual terhadap dollar AS, sementara pembelian yen terhadap mata uang major masih berlangsung yang merupakan unwinding carry trade yen atau dilepasnya carry trade sehubungan dengan penjualan saham. Koreksi tajam bursa Asia dipengaruhi pandangan masalah kredit sub-prime Amerika yang semakin luas pengaruhnya akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi global melemah. Disaat panik melanda pasar, dollar AS biasanya dibeli karena faktor flight to safety. Bursa-bursa saham di Eropa dan Inggris diperkirakan dibuka negatif, memungkinkan unwinding carry trade lebih lanjut. Analis memperhitungkan unwinding carry trade hingga kemarin baru sekitar 6%, sehingga masih ada ruang untuk berlanjut.

MPC Meeting Minutes
Dari Inggris, Pasca pengumuman dari rapat penetapan suku bunga Bank of England kemarin, sterling kembali melemah setelah sempat menguat sebelumnya. Hasil voting yang tunjukkan bahwa semua anggota Monetary Policy Committee BOE sepakat bahwa suku bunga tetap di level 5.75%, kejadian tersebut mengindikasikan kecil kemungkinan akan terjadinya peningkatan suku bunga lanjutan dalam waktu dekat ini. Belum lagi data inflasi konsumen Inggris kemarin yang tunjukkan angka dalam level aman, di bawah 2%, membuat pasar mungkin kini mulai membalik ekspektasinya dari kemungkinan BOE naikkan suku bunga, menjadi turunkan suku bunga.

Jumlah asset Amerika yang dibeli oleh asing/ TIC Flows akan positif bagi dollar kalau lebih besar dari defisit perdagangan sebesar $61 milyar. Kemungkinan dollar melemah kalau Empire Manufacturing lebih rendah dari perkiraan, atau yang lebih penting lagi kalau indeks pengukur sentimen para pengusaha pengembang perumahan menurut the National Association of Home Builders ternyata lebih rendah dari 20, mengindikasi kondisi sektor perumahan Amerika semakin memburuk. (.RISET/iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis