Dolar Disokong Oleh data CPI U.K dan PPI AS
Pandangan the European Central Bank dan Bank of England untuk menunda kenaikan suku bunganya semakin meluas sehingga mengurangi posisi euro dan poundsterling sejak tengah hari kemarin sehingga menyebabkan dollar menguat. Perkiraan Retail Sales dan rebound bursa saham Amerika juga turut mempengaruhi pembelian dollar pada sesi Eropa. Risk aversion sudah berkurang di Asia dan Eropa, dengan bank-bank sentral kembali menyuntikkan dana untuk memperbaiki likuiditas, sehingga saham kembali dibeli. Pengucuran dana oleh ECB kali ini senilai Є 47,67 milyar ($ 64,9 milyar) dan pernyataan kondisi keuangan sudah mendekati normal turut mempengaruhi rally bursa saham dan pelemahan euro. Total dana suntik dari ECB dalam 3 hari perdagangan sekitar $ 278 milyar.
Gelombang pembelian saham menyebabkan peningkatan indeks FTSE hampir 3% merupakan yang tertinggi dalam 4 tahun dan indeks bursa-bursa di Eropa rata-rata meningkat 2%. Bursa saham di Amerika juga mengalami rally setelah dua indeks penjualan ritel pada bulan Juli meningkat dalam laju yang lebih baik dari perkiraan dan penyuntikan dana oleh the Fed sebesar $2 milyar, dengan begitu total dana suntik selama 3 hari perdagangan sebesar $64 milyar. Tetapi risk aversion kembali mempengaruhi sektor keuangan dan akhirnya sektor lain sehingga saham kembali terjual dan indeks berakhir negatif, walau performa bursa saham tidak terlalu mempengaruhi pergerakan valuta. Penjualan saham yang berarti unwinding carry trade ini mempengaruhi yen merupakan satu-satunya mata uang yang menakhiri sesi menguat terhadap dollar.
Berkurangnya spekulasi peningkatan suku bunga dari ECB dan BOE sepertinya masih akan memberikan tekanan jual pada euro dan poundsterling terhadap dollar. Laporan RICS kurang positif bagi poundsterling walau menun-jukkan masih lebih banyak surveyor yang melaporkan harga rumah di Inggris meningkat. Kalau CPI Inggris berada dibawah 2% atau RPI sudah melemah dibawah 4%, ada kemungkinan poundsterling melemah lebih lanjut mencoba 2,0000. Apalagi kalau risk aversion kembali mempengaruhi bursa saham sehingga ada tekanan jual lebih lanjut dari unwinding carry trade. Data dari Eropa kemarin juga kurang bagus untuk euro dengan GBP Jerman dan Zona Eropa lebih rendah dan produksi industri zona Eropa turun.
Di sisi lain, perkiraan data dari Amerika cukup mendukung dollar. Walau defisit lebih besar, ada kemungkinan pasar akan menunda reaksi terhadap data neraca perdagangan hingga laporan TIC nanti malam. Sehingga fokus mungkin berada di indeks pengukur inflasi pada level produsen. Perkiraan PPI Amerika cukup bagus untuk dollar karena menunjukkan inflasi telah kembali mempengaruhi ekonomi selama bulan Juli sehingga indeks tahunannya kembali berada diatas 2,00%. Hasil sesuai dengan perkiraan bisa mempengaruhi the Fed untuk masih tetap memper-tahankan tingkat suku bunganya bulan depan. (.RISET/iwan)
Wednesday, August 15, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



