Laporan Retail Sales, Angkat Dolar
Risk aversion akan credit crunch karena defaults pada kredit perumahan di Amerika masih mempengaruhi koreksi tajam dalam bursa-bursa saham sehingga unwinding carry trade kembali berlangsung global pada perdagangan terakhir pekan lalu. Pergerakan valuta masih dipengaruhi oleh performa bursa saham. Euro dan poundsterling melemah terhadap dollar berbarengan dengan turunnya cross yen saat laju penjualan saham meningkat. Hal ini menyebabkan the European Central Bank (ECB) kembali menyuntikkan dana ke perbankan Eropa sekitar $83 milyar, yang kemudian mempengaruhi sentimen pasar membaik sehingga pada sesi pagi Amerika, baik euro maupun poundsterling kembali rally terhadap dollar berbarengan dengan dibelinya kembali saham-saham walau bursa Eropa dan Inggris masih berakhir negatif ratusan poin.
Aksi Short Selling dalam bursa saham Amerika turut mempengaruhi adanya pelemahan dollar pada sesi pagi Amerika kemarin. Outlook yang buruk dari the American Home Mortgage dan kemungkinan yang semakin kuat defaults pada sektor kredit prime semakin meningkat mempengaruhi risk aversion di Amerika. Tetapi seperti di Eropa, sentimen pasar kemudian membaik setelah the Fed kembali menyuntikkan dana sebesar $38 milyar ke perbankan Amerika, jumlah yang lebih dari cukup, sehingga mengurangi credit crunch dan bursa saham mengurangi koreksinya sehingga indeks DJIA hanya negatif dibawah 40 poin. Kekuatiran mengenai credit crunch menyebabkan pasar interest rate funds memperhitungkan kemungkinan 80% the Fed akan menurunkan suku bunganya bulan depan.
Pandangan pelemahan ekonomi global menyebabkan harga minyak mentah semakin turun untuk berakhir di $71,47 per barel. Sedangkan flight to safety menyebabkan harga emas meningkat hingga $10,7 per ons ke $672,80 dan yields US Treasuries 10 tahun sempat mencapai level terendahnya dalam 1,5 tahun karena gelombang pembelian obligasi. Pada akhir sesi, dollar AS berakhir melemah terhadap euro, tidak banyak berubah terhadap poundsterling, dan menguat terhadap yen dan franc karena aktifitas carry trade saat bursa saham Amerika rally setelah campur tangan the Fed. Dollar AS juga menguat terhadap dollar Australi, turut dipengaruhi tekanan jual cross yen.
Minggu ini pasar uang sepertinya masih akan dipengaruhi oleh sentimen dan performa dari bursa saham. Penyuntikan dana oleh bank-bank sentral di seluruh dunia senilai $289,7 milyar selama Kamis-Jum’at lalu sepertinya berhasil mengurangi kekuatiran terhadap credit crunch sehubungan dengan defaults dari kredit perumahan di Amerika, setidaknya untuk sementara. Bursa-bursa saham di Asia kembali rally pagi ini. Data dari Jepang pagi ini bervariasi. GDP Jepang untuk kuartal kedua jauh lebih rendah dari perkiraan, walau konsumsi meningkat 0,4%. Surplus perdagangan meningkat hampir 3x lipat, mungkin turut mempengaruhi pembelian saham perusahaan eksporter. Kemungkinan rebound bursa saham berarti kemungkinan yen akan melemah terhadap mata uang major dari meningkatnya aktifitas carry trade. Kemungkinan peningkatan suku bunga lagi dari the Reserves Bank of Australia setelah meningkatkan prediksi inflasinya bisa turut mempengaruhi meningkatnya aktifitas carry trade global. Kemungkinan rebound bursa saham di Eropa dan Inggris juga memungkinkan dollar AS melemah terhadap euro dan poundsterling. Fundamental dari Jerman dan Inggris nanti juga mendukung rally euro dan poundsterling. Kenaikan harga pada level grosir di Jerman untuk bulan Juli diperkirakan meningkat. Walau perkiraan tekanan inflasi pada level produsen di Inggris bervariasi, kemungkinan pasar akan lebih memperhatikan PPI Output Core tahunan yang diperkirakan sedikit lebih besar dan kenaikan harga rumah tahunan yang mencapai 11%. Tetapi dollar AS bisa menguat malam ini karena penjualan ritel pada bulan Juli diperkirakan meningkat, baik pada indeks yang mengukur penjualan semua barang maupun yang meniadakan penjualan kendaraan, sehingga memberi-kan pandangan pertumbuhan ekonomi Amerika masih didukung oleh pembelanjaan.
Data inflasi Amerika juga akan dirilis Selasa dan Rabu, dan perkiraannya mungkin akan mempengaruhi the Fed masih mempertahankan tingkat suku bunganya bulan depan, sehingga memungkinkan dollar untuk menguat pada pertengahan minggu ini. Menjelang akhir pekan, dollar bisa melemah karena data perumahan Amerika Kamis malam nanti diperkirkan masih menunjukkan kondisi perumahan yang memburuk. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan pandangan kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral. Events minggu lalu menyebabkan pasar mengurangi kemungkinan pengetatan lebih lanjut dari ECB, BOE dan BOJ, yang akan kembali meningkat kalau sentimen dalam pasar global membaik didukung oleh fundamental.(RISET/.iwan)
Tuesday, August 14, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



