Sterling Menguat Terhadap Dollar, Indikasi BOE Akan Naikkan Suku Bunga
Kemarin (08/08) terpantau sterling terus bergerak menguat terhadap dolar. Adapun penguatan dipicu oleh adanya spekulasi bahwa BOE akan terus naikkan suku bunga dalam rangka meredam inflasi. Daragh Maher dari Calyon di London mengatakan bahwa laporan inflasi akan mendorong sterling, karena diprediksi akan tunjukkan masih dibutuhkannya peningkatan suku bunga lanjutan, setelah keputusan menetapkan suku bunga kemarin. Adapun Bank of England akan umumkan notulen dari rapat suku bunga kemarin pada tanggal 15 Agustus nanti. Sampai semalam, terpantau sterling terus menguat ke level $2.0336; setelah sempat menguat ke level 2.0350 sebelumnya; dari level $2.0213 pagi. Terhadap euro dolar juga menguat ke level 67.79 sen dari 67.96 kemarin. Adapun pelemahan sterling terhadap sterling saat ini tampak mengimbasi pelemahan dolar terhadap euro, yang saat ini tengah berada di level 1.3790 dari level 1.3740 sore tadi.
Bangkitnya Bursa Global Kembali Undang Carry Trade
Sepanjang hari (08/08) terpantau yen terus bergerak dalam tren melemah baik terhadap dolar maupun yen. Pulihnya kinerja bursa global tampak telah kembali undang aksi carry trade hari ini. Selain itu, dinaikkan suku bunga Australia ke level 11 tahun tertinggi (6.5%) pagi tadi picu anjloknya yen terhadap dolar Australia, yang kemudian menjalar ke pelemahan yen terhadap mata uang kuat lainnya. Terhadap dolar, yen hingga sore kemarin terpantau melemah le level 119.34, naik lebih dari 50 poin dari posisi pagi tadi di sekitar 118.83. Sentimen atas dolar mulai kembali setelah pernyataan The Fed semalam yang menyatakan ancaman terbesar dari perekonomian AS saat ini adalah masih inflasi, sementara ekonomi akan terus tumbuh pada level yang moderat.
Thursday, August 09, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



