Tuesday, August 07, 2007

Market Review

Sentimen Dolar Masih Bearish, Sektor Kredit dan Kemungkinan Penurunan Suku Bunga Sebagai Faktor Utama

Dollar melemah terhadap hampir semua mata uang major dipengaruhi berbagai kombinasi dari hasil data ekonomi yang mendukung pandangan the Fed sebagai referensi dalam menurunkan tingkat suku bunganya dan penjualan tajam dalam bursa saham karena risk aversion mengenai masalah kredit rumah dan kredit perusahaan. Hasil NFP memberikan pandangan selama bulan Juni banyak perusahaan tidak melakukan penambahan karyawan. Reaksi terhadap hasil NFP cukup volatil karena revisi keatas hasil NFP bulan-bulan sebelumnya mempengaruhi sentimen. Pandangan bearish dollar semakin kuat setelah turunnya laju aktifitas sektor ekonomi terpenting Amerika, sektor jasa. ISM Non Manufacturing turun cukup jauh dari 60,7 menjadi 55,8, walau masih menggambarkan kondisi ekspansi.

Setelah bursa Inggris dan Eropa ditutup, koreksi tajam dalam bursa saham yang terjadi masih di dominasi oleh penurunan peringkat Bear Stearn oleh S&P dan earnings yang mengecewakan. Penjualan saham sehingga indeks DJIA turun 281 poin ini menyebabkan carry trade unwinding yen dan franc dan meningkatnya pembelian obligasi pemerintah sehingga yields obligasi 10 tahun US Treasury berakhir semakin rendah di 4,70%, level terendah dalam 3 bulan.
Aksi Jual Dollar terhadap mata uang major kemarin menyebabkan USD/JPY mencapai level terendah sejak April 2007 yakni pada level 117,20. Besar kemungkinan euro dan poundsterling juga berada dalam tekanan jual. Pergerakan pasar valuta pekan ini sepertinya masih akan dipengaruhi oleh performa pasar modal, dan cenderung kearah pelemahan dollar AS lebih lanjut. Perkembangan masalah kredit global masih menjadi fokus investor. Akhir pekan lalu, pasar interest rate funds telah memperkirakan kemungkinan sebesar 65% the Fed akan menurunkan tingkat suku bunganya pada bulan September.

Majoritas pendapat para analis melihat bahwa the Fed masih mempertahankan tingkat suku bunga 5,25% pada akhir rapat kebijakan satu hari besok, yang akan diumumkan Rabu dini hari 01:15 wib. Sejak bursa ekuitas rentan guncangan akibat masalah kredit, pernyataan para pejabat the Fed masih belum bisa memberikan tanda the Fed siap untuk menurunkan suku bunganya. Selain the Fed, RBA memulai rapat kebijakannya hari ini, dan majoritas melihat bank sentral Australia akan meningkatkan suku bunganya menjadi 6,50% pada Rabu 06:30 wib. Data dari Amerika pekan ini tidak banyak dan pada umumnya hanya data minor, ada kemungkinan pasar akan lebih memperhatikan hasil data dari Inggris dan Eropa. (RISET)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis