Thursday, August 02, 2007

Market Review

Penguatan Dolar Terpicu oleh Pelemahan Euro dan Sterling

Kalau kemarin lusa pasar masih bisa mengabaikan berita buruk dari American Home Mortgage (AHM), pada perdagangan kali ini pasar harus memperhitungkan kemungkinan masalah kredit kepemilikan rumah sudah menjalar ke sektor KPR yang lebih bagus dari sub-prime. Risk aversion kembali timbul setelah American Home Mortgage menyatakan harus melikuidasi asset untuk menggalang dana pembayaran deviden. Nilai sahamnya turun hingga 89%.

Risk aversion diperbesar oleh adanya berita bahwa 2 perusahaan kredit mengalami masalah, Sowood Capital dan C-BASS. Penjualan saham besar-besaran kembali terjadi, sehingga indeks Dow Jones turun 281 poin sehingga ditutup -146. Selain itu, tingginya harga minyak turut mempengaruhi sentimen sehingga penjualan saham terjadi lebih menyeluruh ke semua sektor. Harga minyak mentah meningkat hingga $78,21 per barel karena spekulasi cadangan pemerintah Amerika Serikat akan kembali berkurang untuk minggu ke-3. Pada akhir sesi, dollar berakhir melemah terhadap yen. Franc dan poundsterling; menguat terhadap euro dan dollar Australia.

Pergerakan mata uang akan kembali dipengaruhi performa bursa saham. Risk aversion dan unwinding carry trade mempengaruhi koreksi dalam bursa-bursa saham Asia, sehingga memberikan kemungkinan hal serupa akan terjadi pada bursa-bursa saham di Eropa dan Inggris. Rally bursa saham Inggris kemarin menyebabkan indeks FTSE 100 mencapai level tertingginya dalam 14 bulan, dan saat penutupan bursa Inggris, koreksi bursa saham Amerika masih belum terjadi. Kemungkinan carry trade unwinding cross yen nanti akan mempengaruhi adanya tekanan jual euro dan poundsterling terhadap dollar AS. Selain itu, faktor ‘flight to safety’ dollar AS dan franc Swiss mungkin akan mempengaruhi adanya rally kedua mata uang ini terhadap mata uang major. Hari ini dimulai pertemuan Monetary Policy Committee Bank of England, dan pasar telah memperkirakan akhir rapat kebijakannya besok tidak akan ada perubahan tingkat suku bunga di 5,75%.

Dengan fokus kembali berada pada sektor perumahan, semalam dirilis data penjualan rumah dan aplikasi mortgage di Amerika. Hasil yang lebih baik mungkin dapat memperbaiki sedikit sentimen pasar. Laporan ISM Manufacturing diperkirakan kurang mendukung dollar, karena mengindikasi aktifitas yang lebih rendah dan tekanan inflasi yang berkurang. Selain itu, ada 2 indeks employment yang biasa digunakan untuk menebak kemungkinan hasil NFP Jum’at ini.

Indeks ADP Emplyment Change kurang positif bagi dollar karena memperkirakan penambahan karyawan baru selama bulan Juli lebih sedikit. Pasar juga akan memperhatikan laporan EIA mengenai persediaan minyak mentah dan bensin. Kalau persediaan bensin kembali berkurang untuk minggu ke-3 berturut-turut, ada kemungkinan mempengaruhi harga minyak mentah untuk semakin mendekati level $80 per barel. (RISET)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis