Tuesday, July 31, 2007

Market Review

Dolar Masih Dipengaruhi Oleh Performa Bursa Saham

Risk aversion masih mempengaruhi pergerakan dalam pasar saham, obligasi dan mata uang. Penjualan saham yang berlangsung global kembali terjadi sepanjang hari. Pandangan masalah sub-prime dan kesulitan dana akuisisi akan menjadi fenomena global kali ini mempengaruhi para investor Amerika untuk mengurangi eksposur mereka terhadap resiko carry trade dengan menjual investasi mereka di Eropa, Inggris, Australi dan Selandia Baru.

Pembelian dollar berlangsung hampir sepanjang hari, terutama pada sesi pagi Eropa kemarin. Sebaliknya, unwinding carry trade masih mempengaruhi dollar untuk kembali melemah terhadap yen dan franc. Hasil GDP Amerika tidak terlalu mempengaruhi pergerakan, dengan pasar menantikan konfirmasi data lebih lanjut. Dalam perdagangan pekan ini, risk aversion dan unwinding carry trade menyebabkan dollar menguat sekitar 230 poin terhadap euro dan sekitar 410 poin terhadap poundsterling, karena pengaruh tekanan jual euro dan poundsterling terhadap yen yang lebih tajam daripada USD/JPY.

Sempat terjadi pembelian yen terhadap mata uang major kemarin, walau pergerakan kemudian cenderung ke pelemahan yen. Pergerakan mata uang hari ini sepertinya masih akan dipengaruhi oleh sentimen dan performa bursa saham. Dalam pekan kemarin tejadi perubahan pandangan yang cukup signifikan. Perusahaan-perusa-haan sub-prime dan private equities yang bermasalah akan mempengaruhi investor untuk lebih berhati-hati dalam menanamkan dananya, sehingga dapat mempengaruhi berkurang-nya laju rally dalam bursa saham ataupun mata uang. Risk aversion pekan lalu turut mempengaruhi membesarnya kemungkinan penurunan suku bunga dari the Fed sebelum akhir tahun ini, dengan interest fund futures memperkirakan 82% kemungkinan. Di sisi lain, deflasi yang masih berlangsung di Jepang mengurangi kemung-kinan adanya peningkatan suku bunga dari Bank of Japan pada bulan Agustus.

Deretan data dari Amerika pekan ini akan dimulai hari Selasa, dan perkiraan data pada umumnya memberikan pandangan dollar AS akan kembali melemah. Indeks pengukur tekanan inflasi yang paling diperhatikan oleh the Fed dalam memutuskan kebijakannya, Personal Consumption Expenditure (PCE) besok memiliki perkiraan yang menunjukkan tekanan inflasi tahunan masih berada dibawah 2,0%, dan Personal Spending mendukung pandangan pembelanjaan yang melemah. Kedua data ini mendukung kemungkinan penurunan suku bunga dari the Fed.

Pada hari Rabu, mulai dirilis indeks ketenagakerjaan yang bisa digunakan untuk mengira hasil NFP, laporan ISM yang mengindikasi berkurangnya peningkatan aktifitas dalam sektor manufaktur. Fokus pasar pada hari Kamis sepertinya berada pada akhir rapat kebijakan keuangan Bank of England dan the European Central Bank, walau diperkirakan tidak ada perubahan tingkat suku bunga dari BOE di 5,75% dan ECB di 4,00%.

Pada hari terakhir perdagangan pekan ini, fokus berada pada hasil data NonFarm Payroll dan laporan ISM sektor jasa. Penambahan tenaga kerja pada bulan Juli diperkirakan lebih rendah dibanding Juni, dan peningkatan aktifitas sektor jasa sudah lebih berkurang.(RISET)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis