Euro Hit New High Level, Dipicu Merosotnya Dollar
Dollar melemah kembali akibat tekanan data perumahan AS yang tidak berubah membuat sektor pinjaman primer mengalami kesulitan, akibatnya Euro mencapai level baru sepanjang sejarah, sementara risiko larinya dana meningkatkan yen.
Euro mencapai level puncak pada $1.3842 dan GBP mencapai level tertinggi dalam 26 tahun pada $2.0586. Sedangkan terhadap Yen, dollar US justru melemah terendah 6 minggu sampai pada level Y120.85. Perhatian pada pinjaman, review suku bunga, kejatuhan yield obligasi menjadi satu jalan yang melawan dollar setiap menit dan euro/dollar terus meningkat setiap waktu.Permasalahan pada sector pinjaman subprime membuat kerugian pada indeks DJIA Amerika ditutup turun 1% dan akibatnya dari US–Government Bonds 10 tahun merosot tajam.
Analis keuangan dari BNP Paribas mengatakan terjadinya kerugian besar pada mata uang dollar Amerika terhadap mata uang Jepang ,Yen. dipicu oleh kekhawatiran berita bahwa kesulitan pada pinjaman primer menyebabkan meningkatnya perpindahan dana , dibuktikan dengan adanya kerugian di pasar modal dan melebarnya spread pada pinjaman.
Yen yang dalam beberapa bulan selalu tertekan akibat kepopuleran Carry Trade dan menjadi strategi beresiko dimana investor meminjam pada mata uang dengan yield rendah dan melakukan investasi pada mata uang dengan Yield tinggi.
Mata uang Yen yang selama ini tidak dapat bergerak mulai menunjukan diri dan naik mengikuti kenaikan mata uang Asia lain setelah pengumuman Bank Republik Rakyat Cina yang menaikkan suku bunganya sebanyak 27 basis point.
Hal lainnya dari menguatnya Yen ialah tingginya yield dari Dollar Australia mencapai tertinggi 18 tahun terhadap dollar pada $0.8833. Saat ini masih bertahan pada level $ 0.88 hanya karena di support oleh kenaikan tajam pada harga emas dan tembaga. (RISET-iwan)
Monday, July 23, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



