Wacana Kenaikan Interest Rate dari Bank Sentral Zona Eropa
Ekspetasi peningkatan suku bunga dalam jangka waktu dekat dari bank-bank sentral Eropa mempengaruhi investor Asia melakukan pembelian euro dan poundsterling akibatnya euro mencapai level tertingginya dan poundsterling menembus diatas level psikologis 2,0500, tertinggi sejak 26 tahun lalu. Tetapi begitu pasar Eropa mulai aktif, profit taking dilakukan sehingga pergerakan bearish euro dan poundsterling terjadi. Notulen rapat terakhir Bank of England yang dinilai kurang hawkish mempengaruhi penjualan poundsterling berlanjut hingga awal sesi Amerika. Inflasi inti pada level konsumer (CPI Core) meningkat sedikit lebih besar pada bulan Juni walau indeks tahunannya masih sama. Hasil data perumahan masih mengindikasi belum ada perbaikan, dengan jumlah Building Permits merupakan yang terendah dalam 10 tahun. Tetapi testimoni Ben Bernanke mempengaruhi dollar, sehingga poundsterling dan euro kembali mendekati nilai tertingginya.
Bank sentral melihat pertumbuhan ekonomi masih akan berlangsung moderat dengan inflasi inti diharapkan semakin menurun walau terdapat resiko keatas dari peningkatan upah buruh dan kenaikan harga komoditas dan energi. Penjualan saham dan dollar terjadi begitu Bernanke menyatakan koreksi dalam sektor perumahan masih akan berlangsung lebih lama dari perkiraan dan mungkin akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam kuartal mendatang. Bahkan the Fed merevisi kebawah prediksi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan prediksi pengangguran untuk 2008. Selain itu, Bernanke juga mengakui masalah delikuensi (pinjaman yang tidak terbayar) dalam kredit perumahan dilihat akan semakin memburuk. Tetapi pelemahan dollar dan bursa saham lebih lanjut tertahan oleh harga minyak mentah dan bensin yang langsung meningkat ke level tertingginya setelah persediaan pemerintah terutama untuk bensin turun hingga jutaan barel dalam masa demand yang tinggi.
Jobless Claim
Departemen Tenaga Kerja AS semalam merilis laporan jobless claim berdasar data pada minggu yang berakhir pada 14 Juli lalu. Diluar dugaan jumlah klaim menurun, namun tidak tampak adanya pergerakan signifikan pada dolar pasca pengumuman tersebut, dolar hanya sedikit menguat.
Dilaporkan bahwa jumlah jobless claims diluar dugaan turun menjadi 301,000 dari 309,000 (angka revisi) pada minggu sebelumnya. Angka tersebut jauh di bawah prediksi ekonom yang memprediksi kenaikan menjadi 314,000 klaim. Pasca pengumuman tersebut tidak tampak pergerakan signifikan pada dolar. (Bloomberg/RISET-iwan)
Friday, July 20, 2007
Market Review
Posted by Russley Futures-Administrator



