Wednesday, July 04, 2007

Market Review

Poundsterling Diperdagangkan Mendekati Rekor Tertinggi Selama 26-Tahun, Ekspetasi Atas Kenaikan Interest Rate

The Cable, kemarin menunjukkan taring penguatannya terhadap dollar. Menguat hampir mendekati rekor 26 tahun tertingginya..!! Satu signal yang diberikan pasar agar Bank of England sesegera mungkin menaikkan interest rate di minggu ini, yang tak lain ialah bertujuan meredam laju inflasi yang sudah tak terkendali.

Sterling unggul terhadap dollar hampir mendekati rekor tertingginya selama 26 tahun, tepatnya pada tanggal 2 Juni 1986. Pejabat moneter dari BOE agaknya dipaksa untuk menaikkan benchmark rates sekitar 25 bps (a quarter percentage point) hingga menjadi 5.75 percent besok tanggal 5 July 2007, sperti yang diungkapkan oleh economists surveyed dari Bloomberg News.

``The pound should be well underpinned ahead of the Bank of England's rate decision on Thursday,'' kata Emma Lawson, currency strategist Merrill Lynch, London. ``It's strength has come partly from dollar weakness.''

“The pound may rise to a key resistance level of $2.0270,” ungkap Bilal Hafeez, head of currency strategy, Deutsche Bank,London. Kemungkinan besar di level tersebut order jual mulai menumpuk.

Ekspetasi ekonom dari BoE ialah pertumbuhan ekonomi bergerak pada kisaran 3% di tahun ini, tercepat selama tiga tahun, serta didukung dengan perlambatan angka infasi dari rekor tertingginya selama satu dekade.

``The Bank of England has the cover it needs to raise interest rates as and when it sees fit,'' kata Danny Gabay, managing director pada Fathom Financial Consulting, dan mantan economist dari U.K. central bank. ``The markets are discounting way beyond 5.75 percent.'' imbuhnya pula.

Data U.S

Kemarin malam, U.S. economic data termasuk pending home sales, factory orders dan light vehicle sales. Salah satunya, factory orders data adalah yang paling tinggi impact nya terhadap pasar sebab beberapa komponen di dalamnya ikut memberi kontriusi terhadap kalkulasi GDP. Pelemahan pada sektor ini sudah sesuai dengan ekspetasi, namun untuk rilis data di bulan May ternyata hasilnya lebih jelek dari ekspetasinya.

Akhirnya, rilis data light vehicle sales - important for specific companies in the marketplace– menjadi penutup dari rilis data U.S sepanjang hari kemarin yang juga menjadi salah satu indikator U.S. macro-economy. Hari ini, markets U.S. libur dalam rangka perayaan hari kemerdekaan U.S (the Fourth of July). Kamis, market U.S kembali normal dan rilis data ADP dan ISM Non-Manufacturing. Data terpenting lainnya nanti di hari Jum’at, yakni non-farm payroll. (Berbagai sumber yang diolah RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis