Monday, July 02, 2007

Market Review

All Major Currencies masih “Terbungkus”

U.S. dollar di minggu lalu berusaha untuk mendapat support penguatan dari rilis data ekonominya, namun pasar rupanya masih melakukan test range limits, dan secara umum dollar masih sideways, tetapi terjungkal di akhir minggu hingga menyentuh level terendahnya di bulan Juni.

Kebijakan The Fed, dengan tetap pada interest rates 5.25% didasari pertimbangan bahwa outlook pertumbuhan ekonomi U.S masih dalam upgraded.

Secara umum U.S. economic data di minggu lalu masih gagal untuk menunjukkan arah pergerakan dollar. Kuartal pertama GDP sudah direvisi naik dari 0.6% menjadi 0.7%. GDP deflator juga naik melebihi ekspetasi. Tetapi, U.S. existing home sales hanya bergerak tipis untuk bulan May, terkoreksi dari kenaikannya di bulan sebelumnya.

German unemployment turun hampir lebih 30,000 di bulan May, setelah naik hampir selama enam bulan dan consumer confidence juga naik, tertinggi selama enam bulan.

Japanese industrial production data memburuk melebihi ekspetasi sebesar 0.4% hanya untuk bulan May saja. Data tersebut akan menjadi baik jika di dasarkan atas hasil Tankan index yang harusnya lebih baik, khususnya pada capital spending indicators.

Di pertengahan minggu lalu, yen sempat menguat hingga level 122.

Australian dollar terbang hingga fresh 18-year high terhadap dollar, di kesempatan yang sama pula Canadian dollar menguat hingga menyentuh level 1.05 terhadap dollar dan ditutup kembali di level 1.06.

Sterling tertekan kembali setelah sempat menyentuh diatas level 2.00 terhadap dollar.

Swiss currency, swissfranc, mendapat support penguatan dari statement National Bank. Tapi kondisi tersebut kembali recovery saat global stock menunjukkan penguatan pula, sehingga membatasi penguatan swissy.

The National Bank kembali mengingatkan bahwa interest rates akan segera dinaikkan jika swissy melemah kembali, seperti yang pernah dilakukan pada paruh tahun 2007 ini.

Swiss currency masih tetap melemah di kisaran 1.2480 terhadap dollar sepanjang minggu lalu, juga terdepresiasi ke level 1.6590 terhadap euro, di dominasi oleh carry trades.

The Swiss National Bank (SNB), pada pertemuan terakhirnya memang berancang-ancang untuk segera menaikkan interest rates sekitar 0.50% hingga menjadi 2.75%. Dengan pertimbangan bahwa prakiraan angka inflasi meningkat menjadi 0.8% dari sebelumnya 0.5%.

Tak ada komentar yang signifikan dari pejabat Bank of England, tapi market masih menunggu disertai keraguan akan rencana tindakan BoE selanjutnya yang akan menaikkan interest rate nya hingga mencapai 6.0%. (RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis