Sejumlah data dan peristiwa penting global akan disaksikan pekan ini. Dari Eropa akan dinantikan sidang reguler bank sentral Eropa (ECB) yang akan berlangsung pada hari Kamis (5/Jul), dengan proyeksi masih akan mempertahankan suku bunganya di level 4.00%. Namun pasar lebih menantikan statement dari press-conference presiden ECB, Jean-Claude Trichet, yang diharapkan akan mendukung proyeksi pasar bahwa ECB akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps, antara Agustus atau September.
Dalam laporannya, analis dari Credit Suisse, mengatakan: "We expect Trichet to reiterate that 'monetary policy is still on the accommodative side', that 'acting in a firm and timely manner to ensure price stability in the medium term is warranted' and that risks to price stability remain on the upside," "Key at this meeting, however, is to assess the timing of the next hike. We hold on to the view that euro area rates will peak at 4.50 percent, but a deferral into October would mean that the peak is not reached in December this year as we currently anticipate, but in early 2008,"
Sementara dari AS puncak peristiwa ekonomi di tengah pendeknya perdagangan sesi AS pekan ini adalah pada rilis non-farm payroll dan unemployment rate Juni AS (Jum’at 6/Jul). Data non-farm payroll Juni AS diproyeksikan akan mengalami tekanan ekspansi ke level 118K (Reuters), menyusul di periode Mei lalu naik di atas perkiraan (157k). Pada sesi Selasa (3/Jul) ini akan dinantikan rilis factory orders Mei AS dan pada hari Kamis (5/Jul) pasar akan memonitor data ISM-Non Manufaktur Juni AS – yang mayoritas diproyeksikan pesimis dari periode sebelumnya, sehingga akan menunjang kelanjutan rebound euro/dollar pekan ini. Pada hari Rabu (4/Juli), pasar finansial AS tutup memperingati libur nasional, Independence Day.



