Friday, June 29, 2007

Market Review

Pound Diatas $2 Setelah Laporan House-Price, dan Komentar King

The Cable menguat hingga diatas $2, kali ketiga di minggu ini, indikasi adanya kenaikan pada U.K. house-price. Kenaikan pada sektor housing tersebut berujung pada adanya spekulasi pendapat diantara pejabat moneter Bank of England untuk segera mengeluarkan kebijakan menaikkan interest rate, kebijakan itu diharapkan sebagai upaya untuk mengendalikan atau menekan laju inflasi.

Sterling menguat tertinggi sejak 1 May terhadap US dollar setelah rilis laporan data Nationwide Building Society, yang salah satu point terpentingnya ialah kenaikan harga pada sektor perumahan menjadi pemicu bagi akselerasi inflasi hingga mencapai level 2-1/2 tahun tertingginya. Dalam laporan terpisahnya, BOE Governor Mervyn King menyampaikan pendapatnya perihal inflasi tersebut pada pers, bahwa perlu tinjauan ulang soal kebijakan interest rate. Menaikkan rate merupakan salah satu peluang untuk meyelesaikan masalah inflasi serta mencegah perlambatan ekonomi secara lebih dini. ``The surprisingly strong housing report and what Mr. King said today support a view the BOE will raise interest rates in July,'' kata Neil Jones, head of European hedge fund sales, Mizuho Financial Group Inc. London. ``That should keep the pound on a firm footing.''. “The average cost of a home surged an annual 11.1 percent in June to 184,070 pounds ($368,000), the biggest gain since January 2005, Britain's third-largest mortgage lender” tambahnya.

HSBC's Revision

11 Juni lalu, King mengatakan bahwa bank perlu melakukan apa yang disebut dengan ``take further action'' sebagai upaya untuk meredam laju kenaikan inflasi. Consumer prices rata-rata naik sebesar 2.5 percent untuk bulan May, dimana angka itu masih diatas target inflasi BoE dan bertahan hingga bulan ke-13. Sidang untuk pembahasan kebijakan interest rate akan dilakukan nanti pada tanggal 5 July, economists surveyed yang dilakukan oleh Bloomberg berekspetasi ada kenaikan pada main benchmark interest rate, quarter-point, menjadi 5.75 percent.

HSBC Holdings Plc, sebagai bank terbesar di Eropa dari ukuran market value, kemarin mulai merevisi U.K. rates. Menaikkan hingga 6 percent sampai bulan September mendatang. Obligasi Pemerintah (Government bonds) melemah pertama kalinya pada minggu ini, akibat spekulasi pendapat kenaikan interest rate. Yield untuk obligasi yang jatuh tempo nanti pada September 2016 naik 3 basis points hingga menjadi 5.44 percent.

Namun harga dari obligasi tersebut bergerak berlawanan dengan yieldnya. Jatuh tajam, 0.17 atau 1.7 pound per 1,000-pound ($2,002) menjadi 89.73. Breakeven rate untuk masa dua-tahun, atau selisih antara yield regular dua-tahunan dengan index-linked counterpart, naik menjadi 3.15 percentage points dari 2.98 percentage points diawal bulan. (Bloomberg, iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis