Wednesday, June 20, 2007

Market Review

Jika Pasar Mengabaikan Risiko, Bernanke dan Trichet Sepakat Kembali ke Bank for International Settlements (BIS)

Melongok sejarah, enam dekade yang lalu, saat perang dunia ke II berlangsung. The U.S. Treasury menutup paksa Bank for International Settlements, waktu itu kegiatan BIS banyak membantu membiayai perang dan keuangan pemerintahan Nazi, Jerman. Namun, kemarin dalam pertemuan terbuka antara Jean-Claude Trichet dan Ben S. Bernanke, kedua pucuk pimpinan Central Bank terkemuka dunia itu mencoba untuk mentransformasikan ide pendirian organisasi yang setara dengan BIS kala itu. Jika keinginan atau wacana tersebut dapat terwujudkan maka organisasi tersebut niscaya akan menjadi the world's most powerful networking clubs.

Dengan kekuatan yang bersumber dari hedge funds dan private equity firms, laju perputaran uang atau modal dapat dipompa ke seluruh dunia, hingga melintasi batas-batas negara. Akan tetapi, tindakan tersebut membawa risiko yang besar bagi investor. Sebagai contoh, saat perang dunia II yang lalu segala kebijakan dan keputusan ekonomi para bankers berputar searah menuju Basel, Switzerland-markas BIS, international financial institution, untuk research dan advice, serta untuk mengkoordinasikan damage-control plans.

Sebagai central bank nya central bank (``central banks' central bank'') fungsi central banks tersebut sangat performs untuk segala fungsi kebijakan keuangan yang berbasis pada otoritas moneter, serta aktif melakukan research mulai dari beragam produk keuangan derivatives hingga menetapkan target inflasi. Bagi BIS, demi kepentingannya sangatlah mudah untuk melaksanakan kebijakan menahan serta menetapkan angka inflasi pada kisaran dibawah 6 percent, misalnya.

Namun, satu hal prinsip yang mendasari kinerja sebuah institusi perbankan, khususnya Central Bank, ialah ia harus selalu terbuka terhadap semua arus informasi dan ide serta diwajikan agar bisa memelihara stabilitas ekonomi dan moneter secara global.``If the BIS didn't exist we'd have to invent it,'' ungkap Laurence Meyer, 63, vice chairman of Macroeconomic Advisers LLC, St. Louis dan mantan U.S. Federal Reserve governor.

Kecepatan Tak Terbayangkan

``Funds are flowing across the world with unbelievable speed, and central bankers feel they are in uncharted territory,'' imbuh Meyer. ``Central bankers want to talk to each other about this, and the BIS is the best vehicle.''

Pucuk European Central Bank President Trichet, 64, dan Fed Chairman Bernanke, 53, nanti pada tanggal 23-24 June akan bertemu dengan 250 orang para colleagues mereka dari seluruh dunia, bertempat di the BIS's copper-colored, cylindrical headquarters.

Fed Bank of New York President Timothy Geithner, memberi agumen berbeda bahwa, “that the danger that new crises will be harder to manage should be the ``principal preoccupation'' of central bankers.”

``The rapid development of global financial markets points toward the importance of strengthening the cooperation within the worldwide community of central banks,'' disampaikan oleh Malcolm Knight, 63, general manager BIS, saat sesi tanya melalui email. (Bloomberg, RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis