Tuesday, June 19, 2007

Market Review

U.K. Pound Menguat Sebelum BoE Minutes, Balik Menyoal Higher Interest Rates

Sterling menguat sepanjang minggu terhadap dollar, didorong oleh spekulasi pendapat soal pertemuan terakhir dari the Bank of England's yang lebih menyoalkan upaya kenaikan interest rates.

Sejak pertemuan tanggal 7 June baru lalu, Gubernur Mervyn King dan pejabat terkait BoE, Paul Tucker kembali concern membahas inflasi, dengan penekanan pada ekpetasi kenaikan borrowing costs. BoE segera akan memulai pertemuannya pada tanggal 20 June nanti.

``In the short term, the BOE will remain hawkish,'' ucap David Bloom, global head of currency strategy, HSBC Holdings Plc, London ``will keep sterling well supported.''

U.K. house price tumbuh pesat di bulan June, seperti pada laporan data Rightmove, Web site Real Estate terbesar di seluruh U.K.'s.

Jika ditanya soal harga per unit rumah, seperti yang dilaporkan Web site yang menguasai penjualan separuh dari pasar perumahan di U.K, tumbuh sebesar 0.8 percent untuk bulan ini, dari 0.4 percent pada bulan May, Web site itu juga mengatakannya kemarin, “Prices accelerated 13.2 percent compared with the same period last year.”

U.K. central bank kemungkinan besar nanti tanggal 20 June juga akan melaporkan pertumbuhan dari M4 money supply, oleh para pengamat ekonomi dikatakan sebagai tanda naiknya inflasi, angka inflasi tercepat selama tiga bulan, pada akhir May.

M4, sebagai instrument paling akurat untuk sirkulasi dan deposits suatu mata uang pada Bank’s, kemungkinan besar berakselerasi sebesar 13.4 percent untuk bulan May dengan bulan yang sama di tahun lalu, berdasarkan penelitian economists surveyed oleh Bloomberg News.

`Amber Light'

“A pickup in money growth is an ``amber light'' for future inflation,” ungkap Tucker saat konferensi pers pada 15 June baru lalu.

Minggu lalu King mengatakan bahwa, “the bank ``may need to take further action'' to contain inflation, even after it kept the main lending rate at a six-year high of 5.5 percent on June 7.”

Statement dari King dan Tucker tersebut banyak menolong penguatan sterling pada minggu pertama dalam tiga minggu ini.

Benchmark rate pemerintah U.K tercatat tertinggi diantara negara-negara industri Group of Seven (G 7) dan memberi keuntungan atas sterling, dimana investor lebih banyak membeli U.K assets dengan dana pinjaman lower-yielding currencies seperti yen dan Swiss franc.

Yield atas benchmark 10-year tidak begitu menarik, yang hanya berubah sebesar 5.48 percent, hampir mendekati rekor seven-year high pada minggu lalu. (Bloomberg, RISET-iwan)

Komentar Analis

Berita Terbaru

Forecasts dan Analysis