Yen Menguat, Upaya Investors Meredam Carry Trades
Yen menguat hampir dalam dasa minggunya terhadap euro dan dollar, merupakan salah satu bentuk indikasi upaya para investors dalam memangkas risiko kerugian atas emerging-market bonds dan stocks funded yang menggunakan mata uang Japan sebagai nilai tukarnya. Japanese yen gained terhadap 15 dari 16 most-actively traded currencies seperti yang dilansir oleh Bloomberg. Penguatan Yen tersebut terjadi setelah global equity markets melemah, ditengah kebingungan para investor atas assetnya (carry trade)
``We are seeing some trimming of the carry trade because of heightened risk aversion as people are afraid that the subprime problems'' in the U.S. could spill over into the broader economy and spoil a recovery,” kata Alex Beuzelin, senior currency analyst, Ruesch International Inc, Washington.
Dalam pandangan para investor terdapat satu potensi risiko atas semakin besarnya tingkat kenaikan gagal bayar (default) di dalam U.S. mortgage market. Bear Stearns Cos, misalnya. Di awal bulan ini banyak kehilangan uangnya akibat banyak portfolio investasinya terkait langsung dengan pinjaman dari bank.
Australia dan New Zealand
Aussie dan New Zealand dollars, juga paling aktif diperdagangkan kemarin malam. Urutan kedua setelah yen. Pemicunya adalah pernyataan dari central bank Deputy Governor Grant Spencer, yang disampaikan melalui article e-mailed kepada Bloomberg. Deputy Grant mengatakan, bahwa “traders should expect further intervention to sell its currency.”
Sedang pada sebagian besar Asian currencies termasuk Indonesia Rupiah, Philippine peso dan Malaysian Ringgit telah melemah lebih dulu versus dollar akibat adanya spekulasi pendapat tentang kekhawatiran diantara investor atas banyak dikonversikan investasinya pada emerging-market assets di Asia.
Stock Market
Index Hang Seng di Hong Kong jatuh sebesar 0.5 percent dan Index Standard & Poor's 500 Index juga bernasib sama, melemah 0.4 percent.
``We are seeing some risk taken off the table,'' kata Dustin Reid, senior currency strategist ABN Amro Bank NV, Chicago. ``Monetary officials have come together to give people a little bit of a second thought about taking on risky positions.'' imbuhnya di sela-sela jamuan investment overseas assets.
`A Long Time'
``We're going to see carry trades for a long time,'' kata Gabriel de Kock, chief currency economist Citigroup Global Markets, New York, dalam acara conference on foreign exchange di Singapore. ``The yen will be a dog.''
US dollar hanya sedikit bergerak terhadap euro, respon atas rilis data U.S. durable goods orders yang jatuh sebesar 2.8 percent di bulan lalu –setelah direvisi targetnya sebesar 1.1 percent untuk bulan April. (Bloomberg/MarketWatch,RISET-iwan)



